Diterpa Isu Penggumpalan Darah, Kemenkes Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 19 April 2021 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 481 2396905 diterpa-isu-penggumpalan-darah-kemenkes-tetap-pakai-vaksin-astrazeneca-6ZaGewtm8h.jpg Ilustrasi (Foto : Reuters)

Vaksin AstraZeneca diduga menyebabkan penggumpalan darah. Isu ini bukan hal baru, tetapi di Kanada, kasus penggumpalan darah akibat vaksin sudah terjadi sebanyak dua kali.

Menurut laporan Reuters, kasus penggumpalan darah akibat vaksin AstraZeneca yang kedua di Kanada terjadi pada Sabtu, 17 April 2021. Pembekuan darah pertama dilaporkan terjadi pada Selasa, 13 April 2021.

Meski begitu, pemerintah negara tersebut masih melanjutkan penyuntikan dengan vaksin Covid-19 buatan Inggris itu.

Vaksin AstraZeneca

"Orang yang mengalami kejadian langka tersebut, penggumpalan darah telah dirawat dan sedang dalam pemulihan," kata Kementerian Kesehatan Kanada dalam pernyataan resminya. "Dia orang Alberta, salah satu provinsi di Kanada," tambahnya.

Meski sudah ada dua kasus penggumpalan darah akibat vaksin AstraZeneca, pemerintah Kanada tetap menggunakan vaksin tersebut dengan alasan manfaatnya jauh lebih besar dibanding efek samping yang ditimbulkan.

Baca Juga : Sempat Terkendala, AstraZeneca Janji Penuhi Pasokan Vaksin Gratis COVAX

Baca Juga : Tas Amanda Manopo Disebut Mirip Buntelan, Ternyata Harganya Bisa untuk THR Sekampung!

Lalu, bagaimana dengan Indonesia?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Siti Nadia Tarmizi, menerangkan bahwa sesuai arahan Badan Kesehatan Dunia (WHO), vaksin AstraZeneca masih direkomendasikan untuk diberikan ke masyarakat.

"WHO menilai manfaatnya jauh lebih besar dibanding risiko yang ditimbulkan," kata Nadia dalam keterangan pers virtual beberapa waktu lalu.

Soal kasus penggumpalan darah di Indonesia sendiri, sambung Nadia, sampai saat ini belum ada satu kasus pun yang dilaporkan. "Tidak ada satu laporan pun sampai saat ini mengenai penggumpalan darah akibat penyuntikkan vaksin AstraZeneca," ujarnya.

Nadia menambahkan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) pun belum mencabut izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AstraZeneca.

"Jadi, sementara ini kita akan tetap menggunakan vaksin AstraZeneca karena vaksin ini sudah digunakan di berbagai negara dan memenuhi kriteria vaksin yang layak dalam menangani pandemi Covid-19," papar Nadia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini