Dokter Bagikan Tips Cegah Bau Mulut Selama Pakai Masker saat Puasa

Antara, Jurnalis · Senin 19 April 2021 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 481 2397122 dokter-bagikan-tips-cegah-bau-mulut-selama-pakai-masker-saat-puasa-xWafGE19mA.jpg Ilustrasi masker cegah covid-19. (Foto: Mdjaff/Freepik)

MEMAKAI masker selama puasa ternyata bisa menyebabkan bau mulut lebih parah. Ini karena mulut cenderung makin kering sehingga memperparah penumpukan bakteri di rongga mulut.

"Dengan pemikiran itu, selama Ramadhan, semua dokter gigi meminta orang-orang, terutama mereka yang berpuasa, untuk menjadikan kesehatan mulut sebagai prioritas utama," kata Dokter Megan Murray, ahli kebersihan mulut asal Dubai, seperti dikutip dari Gulfnews, Senin (19/4/2021).

Baca juga: Benarkah Pakai Masker saat Puasa Sebabkan Bau Mulut Lebih Parah? 

Sementara Dokter Chandan Bagde, ortodontis estetika asal Jumeirah Dubai, mendukung pernyataan tersebut.

"Pemakaian masker yang terus-menerus selama puasa, saat berada di luar, memicu bau mulut yang merajalela, penumpukan plak di permukaan gigi. Begitu kita menambahkan perut lapar ke dalamnya, itu juga menyebabkan refluks asam di mana asam di perut dimuntahkan ke dalam rongga mulut dengan berjam-jam tanpa makanan, menyebabkan bakteri berkembang biak dengan mudah," jelasnya.

Ilustrasi bau mulut. (Foto: Wayhomestudio/Freepik)

Menurut dia, masyarakat perlu mewaspadai kebersihan mulut sebelum melaksanakan puasa Ramadhan.

"Jika Anda menderita masalah gigi seperti gigi berlubang atau sakit gigi yang membutuhkan pencabutan, disarankan untuk menyelesaikannya terlebih dahulu. Ada dua alasan untuk itu. Pembersihan plak, mengendalikan peradangan atau infeksi sebelum menjalankan puasa akan berarti kesehatan gigi yang lebih baik dan membantu menjaga standar kebersihan mulut yang lebih tinggi," paparnya.

Baca juga: 8 Cara Sederhana Hilangkan Bau Mulut saat Puasa 

Selain itu pada sebagian besar prosedur, seseorang diharuskan minum obat pengontrol infeksi yang tidak mungkin dilakukan saat puasa.

"Oleh karena itu, disarankan mengunjungi dokter gigi dan menjaga standar kebersihan gigi yang baik. Hal ini terutama dianjurkan bagi penderita diabetes, penderita hipertensi dan lainnya yang menderita sindrom metabolik lainnya, yang berencana menjalankan puasa karena memiliki kekebalan yang buruk dan lebih rentan terhadap radang gusi," ujarnya.

Guna menjaga kebersihan mulut secara optimal, seseorang harus memerhatikan makanan yang dikonsumsi saat sahur. Salah satu minuman yang harus dihindari adalah kopi. Tidak hanya membuat dehidrasi, kopi juga bersifat asam.

Konsumsi kopi yang berlebihan akan memicu dehidrasi yang lebih besar, mengganggu keseimbangan pH mulut, menyebabkan lebih banyak bakteri menumpuk dan dengan memakai masker semua masalah itu akan makin parah.

Baca juga: Hilangkan Bau Mulut, Lakukan 8 Pola Hidup Sehat Ini 

Sebagai gantinya, konsumsi buah-buahan segar, sayuran segar dan makanan utuh saat sahur, minum banyak air dan menyikat gigi serta menggunakan obat kumur antibakteri sebelum memulai puasa setiap hari.

Dokter Bagde juga menyarankan mengganti masker wajah setiap empat jam. Perokok disarankan berhenti sama sekali, bahkan selama jam nonpuasa, karena merokok mengakibatkan kebersihan gigi menjadi buruk dan pembentukan asam yang memicu bau mulut. Ini makin diperburuk dengan pemakaian masker yang terus-menerus di siang hari.

Baca juga: Malas Merawat Gigi dan Mulut Selama Pandemi, Atasi dengan 3 Cara Ini 

Selain itu, hindari juga konsumsi karbohidrat olahan, garam tinggi, dan gula tinggi. Karbohidrat olahan yang ditemukan dalam makanan kaleng, makanan kaleng, dan makanan olahan kehilangan nutrisi dan merusak kesehatan yang menyebabkan terlalu banyak asam lambung, yang selanjutnya dapat memicu pertumbuhan bakteri di mulut.

Makanan tinggi garam seperti daging olahan, saus, kacang asin dan keripik meningkatkan kandungan natrium dalam darah dan mengganggu keseimbangan elektrolit, memicu dehidrasi. Makin seseorang merasa dehidrasi, semakin tinggi kemungkinan mengalami mulut kering.

Gorengan juga harus dihindari pasalnya makan makanan berminyak akan memicu gangguan pencernaan dan mengganggu keseimbangan pH rongga mulut yang memicu infeksi gusi dan bau mulut.

Hal sama diucapkan konsultan senior asal Singapura, Koh Chu Guan. Ia mengatakan ada bakteri yang hidup di mulut sepanjang waktu. Saat bernapas, udara lembap dan bau busuk yang dihasilkan bakteri terperangkap di kain masker. Saat tetesannya mengering, bakteri meninggalkan bau di kain masker.

"Kainnya mungkin tidak masalah. Jika bahannya tipis, maka mungkin memerangkap lebih sedikit udara dan karenanya, pemakainya mungkin kurang menyadari halitosis," kata dia.

Baca juga: 5 Pengobatan Rumahan untuk Atasi Mulut Pahit 

Selain itu, Anda bisa menggunakan mulut untuk bernapas saat memakai masker dan itu bisa menyebabkan efek mengeringkan. Mulut yang lebih kering, terutama jika Anda tidak minum cukup air, dapat menyebabkan bau mulut.

"Kondisi diperburuk jika Anda merokok atau mengonsumsi minuman diuretik seperti kopi," tutur Koh.

Baca juga: Mulut Pahit ketika Pagi? Ini Penyebabnya 

Guna mengetahui bau mulut atau tidak, lepaskan masker dan bernapaslah sembari menutup hidung dan mulut dengan telapak tangan.

"Bau tidak akan muncul karena masker. Bahkan jika Anda telah melawan halitosis selama ini, memakai masker tidak memperburuknya," pungkasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini