Puasa Tidak Pengaruhi Kekebalan Tubuh saat Vaksinasi Covid-19

Antara, Jurnalis · Senin 19 April 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 481 2397269 puasa-tidak-pengaruhi-kekebalan-tubuh-saat-vaksinasi-covid-19-KCCrBhYgCh.jpg Ilustrasi vaksinasi covid-19. (Foto: Jcomp/Freepik)

IBADAH puasa Ramadhan tidak akan memengaruhi kekebalan tubuh orang yang menjalani vaksinasi covid-19. Jadi, orang yang puasa akan tetap memiliki kekebalan tubuh sama dengan mereka yang dapat vaksin covid-19 ketika tidak puasa.

"Puasa hanya menggeser waktu makan, dan aktivitas yang dilakukan tetap sama. Justru banyak yang berpuasa lebih sehat dibanding saat tidak puasa karena jam makan ketika berpuasa lebih teratur," ungkap praktisi kesehatan lulusan FKUI Dokter Yoana Periskila MKK dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Senin (19/4/2021).

Baca juga: 3 Cara Supaya Tubuh Tidak Dehidrasi Selama Puasa Ramadhan 

Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini menerangkan bahwa masyarakat diperbolehkan melakukan vaksinasi covid-19 walaupun sedang puasa Ramadhan.

"Hal tersebut sudah diinformasikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam fatwanya telah menegaskan vaksinasi covid-19 tidak membatalkan puasa karena vaksin disuntikkan dan tidak melalui lubang tertentu pada manusia," jelasnya.

Bila ada orang yang merasa lemas ketika puasa dan harus disuntik vaksin covid-19, dia menyarankan peserta langsung beristirahat dan tidak melakukan aktivitas-aktivitas berat yang menguras tenaga.

Ia juga menyarankan orang-orang yang akan divaksin saat berpuasa di bulan Ramadhan untuk mempersiapkan diri dengan mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.

"Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk selalu memerhatikan kondisi fisik tubuh sebelum vaksinasi covid-19, baik ketika berpuasa maupun tidak sedang berpuasa," papar dr Yoana.

Baca juga: MUI: Sahur dan Buka Puasa Secukupnya Supaya Sampah Organik Tidak Menumpuk 

Dia menambahkan, sebelum vaksinasi, peserta harus dalam kondisi sehat serta tidak ada keluhan seperti demam, sesak, batuk, serta penyakit komorbid lainnya.

Peserta harus dalam kondisi stabil. Juga pastikan peserta dalam kondisi fit dan istirahat yang cukup serta menyantap makanan bergizi tinggi dengan takaran cukup untuk tubuh. Setelah vaksinasi, lebih baik beristirahat dan hanya lakukan aktivitas ringan.

Pekan lalu, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan program vaksinasi covid-19 tetap akan dilakukan siang hari selama bulan Ramadhan dengan alternatif malam hanya akan dilakukan dalam kondisi tertentu.

"Pada pelaksanaannya vaksinasi akan tetap kita lakukan pada siang hari, tetapi sebagai alternatif karena di dalam fatwa MUI juga sudah menyebutkan bahwa kita harus memerhatikan kondisi kesehatan," kata Nadia dalam diskusi virtual tentang vaksin di bulan Ramadhan, Selasa 13 April 2021.

Baca juga: Asal Dapat Nutrisi Seimbang, Anak Aman Puasa di Tengah Pandemi 

Ia mengatakan bahwa vaksinasi covid-19 tidak memberikan dampak langsung terhadap seseorang yang berpuasa. Namun yang harus menjadi perhatian adalah efek samping yang muncul pada sebagian orang.

Sebagai alternatif terkait hal itu maka dapat dilakukan pemberian vaksinasi covid-19 pada malam hari yang pelaksanaannya harus dijadwalkan dengan melakukan koordinasi dengan pengurus masjid, RT/RW, dan puskesmas setempat. Alternatif itu merupakan salah satu langkah untuk mempercepat proses vaksinasi covid-19, terutama untuk masyarakat lanjut usia.

Selain itu, selama bulan Ramadhan akan dilakukan pengurangan jam operasional untuk vaksinasi, karena ada petugas kesehatan yang juga menjalankan puasa, ingin mengikuti ibadah, dan harus menjaga kesehatan ketika berpuasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini