5 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Olahraga saat Puasa Ramadhan

Ratu Syra Quirinno, Jurnalis · Senin 19 April 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 612 2397016 5-hal-yang-wajib-diperhatikan-sebelum-olahraga-saat-puasa-ramadhan-wYTBDyPExh.jpg Ilustrasi olahraga saat puasa. (Foto: Okezone)

UMAT Islam di dunia sudah hampir sepekan menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriah. Puasa adalah bulan untuk introspeksi diri dan waktu memanfaatkan setiap momen berharga, namun bukan berarti tidak bisa mengikuti jadwal olahraga rutin. Faktanya, olahraga saat puasa sebenarnya dapat membuat otak, motor saraf, dan otot tubuh tetap muda secara biologis.

Setiap orang dapat melakukan olahraga saat puasa jika mengetahui waktu yang tepat dan jenis latihan yang paling sesuai dengan kondisi tubuh. Perhatikan tubuh ketika merasa tidak bisa melakukannya, lebih baik berhenti.

Dikutip dari laman indoindians, Senin (19/4/2021), berikut beberapa hal yang perlu dilakukan agar olahraga selama bulan puasa Ramadhan sedikit lebih mudah.

Baca juga: WHO Imbau Hindari Minuman Instan saat Buka Puasa, Ini 3 Alasannya 

1. Kenali kondisi tubuh

Aktivis kesehatan Dokter Joseph Mercola mengatakan bahwa setiap orang harus menggunakan "akal sehat" dalam situasi ini. Jika benar-benar sulit olahraga saat berpuasa, mungkin lebih baik menunda latihan selama sebulan. Tapi jika merasa sebaliknya, mungkin tidak masalah bagi pergi ke gym seperti biasa. Ingatlah untuk tidak terlalu berlebihan berolahraga untuk menghindari dehidrasi.

Olahraga lari. (Foto: Tikkho Maciel/Unsplash)

2. Sesuaikan waktu

Banyak ahli menganjurkan bagi yang berpuasa untuk berolahraga sekira 30 menit hingga 1 jam sebelum buka puasa. Ini supaya camilan buka puasa dan pasca-olahraga menjadi satu di waktu yang sama. Bisa juga memilih olahraga setelah berbuka puasa, sehingga makanan berbuka puasa berfungsi sebagai pemulihan pasca-olahraga. Bisa berolahraga setelah makan malam utama, kemudian makan camilan setelahnya jika masih lapar.

3. Sesuaikan intensitas

Perhatikan rutinitas olahraga yang biasa dilakukan. Apakah itu termasuk 1 jam senam ditambah satu sesi kelas spin, atau berapa berat yang biasanya diangkat. Selama bulan Ramadhan, sangat disarankan menyesuaikan dengan menurunkan intensitas latihan. Pada hari-hari Ramadhan biasa harus berpuasa selama 10 hingga 12 jam. Dalam keadaan seperti itu, melakukan intensitas biasa agak sulit dilakukan. Jadi jika mengangkat beban, kurangi jumlahnya. Bersikaplah santai saja agar Ramadhan dan target fitnes bisa berjalan lancar.

Baca juga: Cegah Dehidrasi saat Bulan Puasa, Makanan dan Minuman Ini Harus Dihindari 

4. Pelajari beberapa keterampilan baru

Jika mendapatkan peningkatan otot dalam sebulan terlalu berat untuk ditanggung, pertimbangkan membuat kemajuan dalam teknik atau keterampilan. Bisa mencoba membuat pose baru senam, atau beristirahat dari angkat beban dan menggunakan gym. Pikirkan saja hal-hal yang dapat dilakukan yang berkaitan dengan kualitas gerakan daripada intensitas atau kuantitas.

5. Jangan melewatkan sahur

Makan sahur merupakan waktu yang tepat bagi tubuh untuk mengisi tenaga sebelum berpuasa selama 12 jam ke depan. Pastikan makanannya penuh nutrisi dan minum air yang banyak. Jika melewatkannya, bukan hanya olahraga yang terasa buruk, tapi tubuh akan kekurangan energi sepanjang hari dan cenderung makan berlebihan saat buka puasa.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini