Vaksin Nusantara Sebabkan Gatal hingga Kolesterol Naik, Ini Komentar RSPAD

Riezky Maulana, Jurnalis · Senin 19 April 2021 15:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 612 2397174 vaksin-nusantara-sebabkan-gatal-hingga-kolesterol-naik-ini-komentar-rspad-rdhdw96R83.jpg Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memang belum memberikan izin uji klinik fase 2 pada vaksin Nusantara. Hal ini lantaran dalam fase 1 sebanyak 71,4 persen relawan mengalami kejadian yang tidak diinginkan (KTD).

Adapun KTD tersebut berupa nyeri, kemerahan, gatal, ruam, lemas, mual, demam, hipernatremi, peningkatan Blood Urea Nitrogen (BUN), dan peningkatan kolesterol.

Direktur Pelayanan Kesehatan RSPAD Gatot Soebroto, Nyoto Widyoastoro, SpPD, KHOM menyebut, gejala KTD tersebut masih tergolong umum terjadi pasca vaksinasi. Keluhan tersebut, menurutnya banyak muncul pula pasca suntikan vaksin Covid-19 jenis lain.

"Untuk gejala vaksin itu pasti kalau disuntikkan menyebabkan gejala. Kemudian suntikannya sendiri, itu juga bisa menyebabkan sakit. Itu kan gejala-gejala yang bisa diatasi," ujarnya dalam konferensi pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Untuk gejala-gejala berkaitan dengan vaksin, tentu saja, karena dia protein asing, pasti disuntikkan mungkin akan menyebabkan gejala, akibat protein itu," tambah dia.

Selain dari zat protein yang masuk, sambungnya, jarum suntik juga bisa menimbulkan efek tertentu. Bisa itu nyeri di bagian tubuh yang disuntik, atau bahkan demam.

Menurutnya, gejala-gejala yang timbul memang dicatat untuk dilaporkan pada BPOM. Nantinya, BPOM yang akan menilai apakah penelitian vaksin layak diteruskan.

Dia menjelaskan, gejala-gejala ringan terkait dengan proses penyuntikan vaksin tentunya bisa diatasi. Kemudian, hal itu pun akan dicatat untuk proses evaluasi ke depannya.

"Dari suntikan sendiri juga akan berakibat, misalkan sakit barangkali. Gejalanya kan di antaranya bisa sakit, bisa kadang-kadang, kalau vaksin anak-anak kan kadang demam dan sebagainya," tuturnya.

Dia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak akan menutup-nutupi laporan gejala atau efek yang ditimbulkan oleh Vaksin Nusantara. Menurutnya, hasil akhir tetap melihat dari keputusan yang dikeluarkan BPOM.

"Semua gejala-gejala tidak ada ditutupi atau tidak dilaporkan. Jadi semua gejala yang ada akan dilaporkan. Nanti tentu saja yang akan menilai adalah BPOM. Apa gejala ini bisa layak dan sebagainya dalam vaksin ya, tetapi itu hal yang biasa barangkali," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini