Jaga Hidrasi saat Puasa Tak Berarti Minum Air Putih Kebanyakan Ya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 19 April 2021 19:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 612 2397358 jaga-hidrasi-saat-puasa-tak-berarti-minum-air-putih-kebanyakan-ya-5CZ4u824Fa.png Ilustrasi. (Foto: Reuters)

SALAH satu yang harus diwaspadai selama puasa adalah jangan sampai Anda dehidrasi. Oleh karena itu, kita pun disarankan untuk minum air putih 8 gelas sehari atau sekira 2 liter.

Tapi, ada juga orang yang ingin sehat secara cepat dan mengonsumsi banyak air putih ketika berbuka. Padahal, minum air putih berlebihan bisa menyebabkan hiponatremia loh.

Ahli nutrisi Kristin Koskinen sebagaimana dilansir dari Health, menjelaskan bahwa hiponatremia adalah kondisi gangguan elektrolit ketika kadar natrium (sodium) dalam darah lebih rendah dari batas normal.

Air putih

Natrium (sodium) sendiri, adalah elektrolit penting dalam tubuh yang menjaga tubuh dengan mendistribusikan air ke seluruh tubuh, dan sisanya dibuang melalui ekskresi dalam bentuk air seni atau keringat.

Kadar natrium (sodium) yang rendah dalam darah dapat menyebabkan gejala seperti kembung, sakit kepala, sulit berpikir jernih (brain fog), dan mual.

"Ginjal juga memiliki batasan berapa banyak air yang dapat mereka proses untuk dikeluarkan pada satu waktu, maksimum 800 hingga 1.000 mililiter per jam," kata Koskinen.

"Meskipun keracunan air adalah hal yang jarang terjadi, itulah yang akan Anda alami bila minum air putih melebihi jumlah yang dapat diterima dan dikeluarkan tubuh," ujar Koskinen.

Dia menjelaskan, cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda mengalami dehidrasi atau hidrasi tinggi adalah melalui warna air seni dan seberapa sering Anda buang air kecil.

Pada umumnya, air seni berwarna kuning pucat hingga menyerupai kucing kecoklatan menyerupai warna air teh. Jika air seni berwarna lebih jernih daripada biasanya, itu pertanda Anda minum terlalu banyak air dalam rentang waktu terlalu pendek.

"Rata-rata, orang buang air kecil 6-8 kali sehari, atau 10 kali untuk seseorang yang secara rutin mengonsumsi kafein atau alkohol," kata Koskinen.

Jika Anda harus buang air kecil beberapa kali dalam satu jam dengan warna air seni yang jernih, sebaiknya Anda mempertimbangkan untuk mengurangi jumlah asupan cairan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini