Distribusi Jadi Tantangan Program Vaksinasi Covid-19 ke Pelosok Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 17:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 481 2397935 distribusi-jadi-tantangan-untuk-program-vaksinasi-covid-19-ke-pelosok-indonesia-kvpD3MCcE1.jpg Ilustrasi vaksin covid-19. (Foto: Mdjaff/Freepik)

PEMERINTAH Indonesia telah memulai program vaksinasi covid-19 secara nasional sejak Januari 2021. Saat ini pemerintah menargetkan sasaran vaksinasi sebanyak 181.554.465 orang. Tentunya banyak tantangan yang dihadapi selama menjalankan program ini, salah satunya distribusi vaksin covid-19.

Sebagaimana diketahui, pemerintah berupaya memberikan layanan terbaik dengan terus meningkatkan penyuntikan vaksin hingga mencapai target 1 juta dalam sehari.

Baca juga: Menkes: Vaksinasi Jangan Membuat Euforia, Tetap Waspada Lonjakan Kasus Covid-19 

Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) per 10 April 2021, dari target sasaran vaksinasi sebanyak 181.554.465, baru sekira 5.050.524 orang yang menyelesaikan dua tahap vaksinasi.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Dr dr Maxi Rein Rondonuwu DHSM MARS mengatakan kondisi geografis Indonesia yang luas menjadi tantangan utama dalam pelaksanaan vaksinasi covid-19. Terlebih lagi dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa dan beriklim tropis.

Tantangan tersebut terutama berkaitan dengan proses distribusi dan jaminan keamanan vaksin covid-19 hingga ke penerima.

"Dalam pedistribusian vaksin dibutuhkan rangkaian distribusi suhu dingin (cold chain), di mana vaksin harus selalu berada dalam kondisi suhu dingin tertentu dalam wadah penyimpanannya untuk menjaga kualitas dan efektivitas vaksin," terang dr Maxi dalam diskusi virtual bertajuk 'Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 ke Pelosok Indonesia', Selasa (20/4/2021).

Ia menambahkan, beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana distribusi vaksin covid-19 adalah ketersediaan kendaraan, ketersediaan kapasitas sarana atau alat pendingin sesuai karakteristik vaksin.

Baca juga: Hati-Hati, Beredar Pesan Whatsapp Tim Vaksin GSP Minta Data Vaksinasi 

Selain itu, harus diperhatikan juga jadwal distribusi, level stok maksimum dan minimum vaksin, serta waktu interval vaksin sesuai dengan jenis vaksin.

"Selama proses distribusi harus dipastikan kualitas vaksin covid-19 terjaga dengan baik. Untuk itu harus dilakukan pemantauan vaksin sepanjang proses distribusi. Dari Bio Farma ke provinsi digunakan Bio Tracking dan Bio Detect yang dilengkapi freeze alert," lanjutnya.

Alur perjalanan serta kualitas mutu vaksin covid-19 selama distribusi juga wajib diperhatikan. Caranya dengan memberikan peringatan dini ketika ada perubahan suhu yang signifikan dan dapat berdampak terhadap kualitas vaksin.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini