Jangan Pernah Berbohong ketika Anak Menangis, Ketahui Bahayanya

Sellva Brilliancy Fernando, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 612 2397631 jangan-pernah-berbohong-ketika-anak-menangis-ketahui-bahayanya-ev5UolGY74.jpg Ilustrasi anak menangis. (Foto: Jcomp/Freepik)

SEBAGIAN orangtua terkadang berbohong ketika anak menginginkan sesuatu yang tidak baik. Kebohongan itu untuk menenangkan mereka jika menangis. Ini dinilai sebagai salah satu cara termudah untuk menangani permintaan anak-anak tanpa ada keributan.

Tetapi tahukah para orangtua, jika sering menggunakan kebohongan untuk mengatasi tangisan anak, maka itu mungkin berdampak mendalam pada masa kini dan masa depan mereka.

Sebagaimana dilansir dari laman Times of India, Selasa (20/4/2021), berikut bahaya berbohong kepada anak yang bisa berdampak besar pada masa depannya.

Baca juga: Asal Dapat Nutrisi Seimbang, Anak Aman Puasa di Tengah Pandemi 

1. Mengapa kebohongan berbahaya?

Sedikit kebohongan tampaknya tidak berbahaya dan mungkin terasa tidak ada salahnya menggunakannya pada saat orangtua terjebak dalam situasi sulit. Namun demikian, sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh para peneliti di Singapura mengungkapkan bahwa bersikap sedikit tidak jujur terhadap anak-anak dapat berdampak buruk bagi mereka.

Penjelasan orangtua mungkin meyakinkan anak-anak untuk sementara waktu, tetapi bisa berdampak negatif jangka panjang kepada mereka. Anak bisa lebih cenderung berbohong ketika dewasa dan bahkan mungkin mengalami kesulitan menghadapi tantangan psikologis dan sosial.

Anak menangis. (Foto: Mdjaff/Freepik)

2. Apa yang disarankan penelitian?

Dalam penelitian yang dilakukan terhadap 379 orang dewasa muda di Singapura, terungkap bahwa partisipan yang dibohongi saat masih anak-anak lebih cenderung menyembunyikan sesuatu dari orangtuanya saat dewasa. Selain itu, mereka tumbuh menjadi lebih egois dan mengalami lebih banyak rasa bersalah dan malu. Mereka bahkan kesulitan menghadapi tantangan psikologis dan sosial.

3. Hasil dari penelitian

Di akhir penelitian disimpulkan bahwa orangtua yang berbohong menempatkan anak-anak mereka pada risiko yang lebih besar untuk mengembangkan beberapa masalah perilaku seperti agresi, pelanggaran aturan, dan perilaku mengganggu. Namun ada beberapa batasan dalam penelitian ini, seperti hanya mengandalkan versi dewasa muda tentang pengalaman pribadi mereka tentang kebohongan orangtua. Diperlukan lebih banyak penelitian di mana masukan dari orangtua juga dapat dipertimbangkan.

Baca juga: Ini Cara Paula Verhoeven Optimalkan Pertumbuhan Kiano di Masa Emasnya 

4. Jalan keluar

Alih-alih berbohong kepada anak-anak, ketika terjebak dalam situasi yang sulit cobalah menjelaskan situasinya dengan memberi mereka alasan yang logis. Ketika orangtua coba menenangkan mereka dengan memberikan alasan yang tepat, itu akan membuat mereka lebih reseptif.

Anak-anak mungkin tidak selalu senang dengan jawaban orangtua dan mungkin sedikit protes, tetapi ini akan mengajari mereka kejujuran dan mereka akan mempraktikkannya bahkan ketika beranjak dewasa.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini