Pandemi Covid-19, IDI Sebut Terapi Kanker Bisa Dilakukan via Telemedis

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 481 2398338 pandemi-covid-19-idi-sebut-terapi-kanker-bisa-dilakukan-via-telemedis-l7id2lB2Tl.jpg Ketua Umum PB IDI Daeng Mohammad Faqih. (Foto: Dok Okezone)

TIDAK bisa dimungkiri bahwa pandemi covid-19 membuat sebagian orang jadi takut mendatangi rumah sakit. Alhasil, mereka yang sudah dijadwalkan skrining atau kontrol kesehatan menjadi terlambat. Telemedis pun digadang-gadang menjadi solusi dari masalah tersebut, termasuk untuk terapi kanker.

Ya, pemanfaatan telemedis atau konsultasi melalui daring menjadi hal yang makin familier di tengah masyarakat. Bahkan, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan terapi kanker bisa dilakukan via telemedis.

Baca juga: Kenali 3 Manfaat Tomat, Lawan Kanker hingga Perbaiki Mata 

"Tapi, cakupannya lebih ke arah deteksi dini," katanya dalam webinar bertajuk 'Cegah Kanker, Deteksi Dini Sekarang Juga', Rabu (21/4/2021).

Deteksi dini kanker sendiri memiliki manfaat yang luar biasa besar. "Bahkan, saya bisa katakan deteksi dini adalah kunci dalam penanganan kanker," sambungnya.

Ilustrasi kanker. (Foto: Shutterstock)

Daeng melanjutkan, kalau deteksinya terlambat, kanker yang ternyata sudah ada di tubuh akan menjadi masalah berat, stadiumnya menjadi lebih berat, dan pada akhirnya tingkat kesakitan serta penyembuhannya menjadi makin sulit.

Baca juga: Benarkah Radiasi Sinyal Wi-Fi Memicu Kanker? Ini Faktanya 

Nah, telemedis ini pun memungkinkan terciptanya intimasi antara dokter dengan pasien. Komunikasi yang terjalin antara dokter dan pasien terbukti memberi efek baik pada proses penyembuhan.

"Kedekatan dokter dan pasien menentukan hasil dari penanganan kesehatan. Mudah-mudahan dengan telemedis yang dikembangkan platform digital akan semakin memberi dampak besar bagi masyarakat di kemudian hari," tambahnya.

Selain dalam hal deteksi dini, terapi kanker yang bisa dilakukan di telemedis adalah pasien dapat mengenali apa kendala yang dialami tubuhnya sendiri karena dia semakin aware dengan dirinya. Ini bisa didapat karena informasi yang benar disampaikan secara terbuka ke publik melalui telemedis.

Tidak hanya itu, telemedis juga memudahkan pasien untuk tepat menentukan dokter mana yang akan dipilih sesuai kondisi kesehatannya.

Baca juga: Cegah Kanker Payudara, 4 Sayuran Ini Paling Cocok Dikonsumsi 

"Pada persoalan kanker, ini beda-beda setiap orang. Ada payudara, serviks, atau kanker di daerah saluran kemih. Itu semua konsultasinya beda-beda dan telemedis memudahkan pasien menentukan pilihan yang tepat," paparnya.

Lalu pada akhirnya, sambung Daeng, telemedis memudahkan dokter melakukan monitoring pasien. "Bahwa penanganan kanker bisa komprehensif dengan telemedis karena dokter memantau dengan sangat detail perkembangan pasiennya dan telemedis memudahkan upaya tersebut," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini