Efek Pandemi Covid-19, Kesadaran Masyarakat soal Kanker Meningkat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 481 2398408 efek-pandemi-covid-19-kesadaran-masyarakat-soal-kanker-meningkat-LUoMGkxCGn.jpg Kanker (Foto: Cleveland Clinic)

Pandemi Covid-19 memang menyisakan duka teramat besar bagi dunia. Banyak orang menderita bahkan meninggal dunia akibat virus tak kasat mata itu. Tapi, di sisi lain kesadaran masyarakat akan kesehatan dikabarkan meningkat.

Ya, karena pandemi Covid-19, masyarakat sekarang jadi lebih aware dengan kesehatan dan kebersihan tubuhnya. Salah satu alasannya tentu karena tak mau terpapar virus corona yang sampai saat ini belum juga dapat dikalahkan.

 kanker

Ahli Onkologi OMNI Hospital Alam Sutera, Dr. dr. Denni Joko Purwanto, Sp.B(K) Onk, MM mengatakan, pandemi Covid-19 mengubah cara berpikir dan bersikap masyarakat dan ini membawa dampak baik pada pencegahan kanker.

"Tidak bisa dipungkiri, pada awal kejadian pandemi, kita punya masalah yaitu banyak orang menghindari untuk datang ke dokter atau rumah sakit. Dampak awal ini sangat terasa sekali, mereka yang harusnya melakukan deteksi dini atau kontrol jadi terlambat," paparnya dalam keterangan virtual, Rabu (21/4/2021).

Tapi, setelah masyarakat mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru, kata dr Denni, banyak orang yang akhirnya mau memeriksakan kesehatannya lagi. "Deteksi dini kanker saat ini sudah mulai berjalan lagi," tambahnya.

Jadi, memang efek pandemi masyarakat jadi lebih sadar akan kesehatannya, termasuk masalah kanker. "Kami sangat berharap sekali, di masa depan tidak ada masalah yang muncul akibat dari Covid-19 ini, khususnya pada masalah kanker," ungkap dr Denni.

Sementara itu, Project Senior Manager One Onco, Yoppy Hadi Soeyanto, mengatakan bahwa berdasar data dari Globocan 2020, kasus baru penyakit kanker meningkat menjadi 19,3 juta kasus dan 10 juta kematian tercatat akibat kanker pada 2020, yang mana itu adalah tahun pandemi Covid-19.

Lebih detailnya, laporan itu mengungkapkan bahwa secara global, 1 dari 5 orang mengembangkan kanker selama hidup mereka dan 1 dari 8 pria dan 1 dari 11 perempuan meninggal akibat kanker. Perkiraan baru tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50 juta orang hidup dalam waktu 5 tahun setelah didiagnosis kanker sebelumnya.

Kanker payudara mewakili 1 dari 4 kanker yang didiagnosis di antara perempuan di seluruh duna. Kanker kolorektal, paru-paru, serviks, dan tiroid umumnya juga terjadi pada perempuan. Sementara itu, kanker paru-paru dan kanker prostat adalah kanker paling umum di antara pria, yang juga menyumbang hampir sepertiga dari semua jenis kanker yang dialami pria.

"Dari data tersebut dapat diartikan bahwa penyintas kanker terus bertambah setiap tahunnya. Karena itu, pentingnya kesadaran untuk deteksi dini kanker harus dilakukan oleh semua orang. Khusus pada kanker serviks yang cukup tinggi di Indonesia, sangat disarankan perempuan yang sudah menikah untuk melakukan skrining agar dapat meminimalisir keparahan bila ditemukan di awal kasus," ungkap Yoppy.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini