Benarkah Nasi Bukan Menu Sahur yang Baik untuk Anak?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 15:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 481 2398471 benarkah-nasi-bukan-menu-sahur-yang-baik-untuk-anak-feLgIGDa7s.jpg Ilustrasi anak-anak sahur puasa Ramadhan. (Foto: Freepik)

MENYIAPKAN menu sahur untuk puasa Ramadhan adalah sesuatu yang menyenangkan sekaligus menantang. Terlebih lagi jika sahur kali ini anak-anak ikut bangun dan makan bersama.

Anda sebagai orangtua pasti ingin memberikan kenangan yang indah buat si kecil yang baru pertama kali sahur puasa Ramadhan. Alhasil, menu sahur yang ditawarkan sangat bervariasi dan diusahakan sesuai dengan kesukaannya.

Baca juga: Susah Tidur Sampai Waktu Sahur? Atasi Pakai Cara Jitu Ini 

Tapi, ada anggapan di luar sana bahwa ketika memberikan nasi ke anak untuk menu sahur itu tidak sehat. Apakah benar begitu?

Ilustrasi sahur.

Pakar kesehatan Profesor Aryono Hendarto mengatakan bahwa makan nasi saat sahur buat anak-anak bukannya tidak boleh atau dilarang sama sekali, tapi nasi adalah jenis karbohidrat sederhana, sehingga mudah dikosongkan di lambung.

"Efeknya apa? Perut si kecil akan jadi lebih mudah lapar lagi meski dia makan banyak nasi saat sahur. Sebab, nasi dapat sangat mudah dicerna," terang Prof Aryono dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

Baca juga: Lezatnya Sop Kembang Tahu Bakso Ikan, Cocok untuk Menu Sahur 

Solusi yang ditawarkan Prof Aryono adalah orangtua harus menambahkan menu karbohidrat ke piring anak bukan hanya nasi.

"Jadi ada kombinasi menu di piring si kecil, misalnya kacang-kacangan yang memiliki sifat tidak mudah dicerna yang berarti akan lama ada di perut dan rasa laparnya jadi bisa lebih lama munculnya," saran dia.

Ada karbohidrat lain yang bisa dijadikan referensi supaya si kecil tidak bosan hanya makan satu atau dua jenis panganan saja. "Karbohidrat lain yang bisa dijadikan pilihan adalah roti atau ubi-ubian," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini