Jangan Sepelekan Covid-19 pada Anak, IDAI Ungkap Risiko Terbesarnya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 481 2398942 jangan-sepelekan-covid-19-pada-anak-idai-ungkap-risiko-terbesarnya-XwfdWhU1mx.jpg Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

PANDEMI covid-19 menyerang tanpa pandang bulu. Wabah penyakit ini menginfeksi manusia tanpa melihat usia, ras, dan jenis kelamin; termasuk anak-anak yang berusia 0 hingga 18 tahun. Lantas, seberapa besar risiko anak terinfeksi covid-19?

Menjawab hal tersebut, konsultan respirologi anak dari Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Nastiti Kaswandani Sp.A(K) menjelaskan bahwa anak-anak juga memiliki risiko yang cukup besar terinfeksi covid-19.

Baca juga: Jangan Pernah Berbohong ketika Anak Menangis, Ketahui Bahayanya 

"Meskipun persentasenya lebih sedikit dibandingkan orang dewasa, angka proporsi pada anak saat ini sudah cenderung stabil di Indonesia mencapai 12 persen atau sekira 200 ribu anak usia 0 hingga 18 tahun yang terkena covid-19," terang dr Nastiti saat dihubungi MNC Portal, Kamis (22/4/2021).

Ia mengatakan bahwa ketika awal pandemi, jumlah anak terinfeksi covid-19 memang agak rendah. Hal ini disebabkan anak jarang melakukan aktivitas keluar rumah dan sekolahnya juga banyak dilakukan secara daring.

Ilustrasi anak-anak. (Foto: Freepik)

Selain itu, anak memiliki reseptor yang berperan pada covid-19 lebih rendah dibandingkan orang dewasa. Meski demikian, saat ini angka infeksi covid-19 pada anak di Indonesia justru cenderung stabil.

"Anak itu bisa terkena covid-19 apabila mereka tertular dari orang dewasa ataupun bisa tertular dari anak lainnya. Jadi ketika anak tersebut tertular covid-19, ia bisa menularkan ke orang lain, termasuk ke orang dewasa, dan mereka juga bisa mengalami perburukan yang menyebabkan kematian," lanjutnya.

Baca juga: Anak Mau Belajar Puasa Ramadhan, 7 Hal Ini Harus Dilakukan Orangtua 

Berdasarkan laporan yang dikeluarkan Satgas Covid-19, anak Indonesia usia 0 hingga 18 tahun yang meninggal karena covid-19 mencapai 572. Angka ini menunjukkan bahwa cukup banyak juga anak-anak yang meninggal akibat covid-19.

"Jadi masyarakat tidak boleh meremehkan covid-19 pada anak. IDAI saat ini sudah sangat sering diajak rapat dengan Menteri Pendidikan untuk persiapan tahun ajaran baru sebagai pertimbangan anak itu bisa terinfeksi covid-19 dan mengalami perburukan hingga meninggal dan menularkan ke anak serta orang dewasa lain," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini