Jelang Vaksinasi Covid-19 di Semester II, Menkes Gandeng Banyak Pihak

Siska Permata Sari, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 04:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 481 2399149 jelang-vaksinasi-covid-19-di-semester-ii-menkes-gandeng-banyak-pihak-ZfC63NpbO6.jpg Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan stok vaksin covid-19 akan bertambah sekira 3 kali lipat pada program vaksinasi di semester II. Pasalnya, vaksinasi covid-19 di semester II akan menyasar seluruh masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengajak sejumlah pihak untuk berkolaborasi menyukseskan vaksinasi covid-19. Sejumlah pihak yang diajak berkolaborasi di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan platform digital terkait kesehatan yang telah membantu program vaksinasi di Indonesia, salah satunya menghadirkan inovasi drive thru.

Baca juga: Anies Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi untuk Para Pekerja Seni 

"Jadi kesibukan dan kecepatan kita harus naik tiga kali lipat, dan enggak mungkin saya sendiri," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers virtual, Rabu 21 April 2021.

Ia juga menyebut Dokter Daeng Mohammad Faqih SH MH, selaku ketua Pengurus besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), untuk mengajak semua tenaga kesehatan, termasuk dokter di Tanah Air, dalam program vaksinasi covid-19 semester II atau mulai Juli mendatang.

"Pak Daeng, kalau bisa teman-teman dokter semuanya dikerahkan untuk menyuntik. Kalau perlu di rumahnya juga kita akan kasih vaksin untuk menyuntik duluan, karena untuk menyuntik seluruh penduduk itu kan siapa pun akan disuntik di tahap semester II nanti," ujar Menkes Budi.

Baca juga: Ini Tantangan yang Muncul Terkait Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia 

Selain membantu menyukseskan vaksinasi covid-19, Menkes Budi juga meminta platform digital turut andil dalam transformasi di sektor kesehatan. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah memberikan tiga tugas utama kepada Menkes yaitu menyukseskan vaksinasi covid-19, mengatasi pandemi, dan melakukan transformasi kesehatan.

"Pemerintah juga mengajak untuk dapat membantu transformasi di bidang kesehatan. Terlebih di tengah keterbatasan jumlah dokter dan kondisi geografis di Indonesia, sehingga peran teknologi ini sangat membantu," pungkasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini