Studi: Tidur Kurang dari 6 Jam Tingkatkan Resiko Demensia

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 481 2399162 studi-tidur-kurang-dari-6-jam-tingkatkan-resiko-demensia-oF5lGyZHbc.jpg Begadang (Foto: Shutterstock)

Kabar buruk bagi orang-orang yang suka begadang dan akhirnya tak mendapatkan waktu tidur yang ideal sehari-hari.

Tak bisa dianggap remeh, ternyata kurang waktu tidur sehari-hari dapat langsung berpengaruh pada kesehatan dan kemampuan otak, terutama untuk orang-orang yang sudah memasuki usia paruh baya, usia kepala 5 dan 6.

 Begadang

Mengutip People, Kamis (22/4/2021) di studi penelitian yang diterbitkan jurnal Nature Communications menemukan bahwa orang-orang yang sering tidur malam hanya enam jam atau kurang di usia yang sudah 50 dan 60’an, beresiko 30 persen lebih tinggi mengalami demensia (penurunan daya ingat dan kemampuan berpikir) jika dibandingkan dengan orang-orang yang tidur di malam hari selama setidaknya tujuh jam.

Di penelitian tersebut, para peneliti memantau hampir 8.000 orang di Inggris mulai saat mereka berusia 50 tahun dan melacak durasi tidur mereka selama 25 tahun ke depan. Kelompok orang yang hanya tidur enam jam atau kurang dalam semalam lebih berpeluang untuk mengembangkan demensia.

Hal ini bahkan setelah para peneliti memperhitungkan faktor sosiodemografi, perilaku, kardiometabolik, dan kesehatan mental" seperti depresi yang juga diketahui bisa meningkatkan risiko demensia.

Di saat yang sama, tim peneliti juga mempertimbangkan berbagai aspek lainnya yang ada pada subyek penelitian. Contohnya riwayat tentang merokok, minum, berat badan, aktivitas fisik, konsumsi makanan, dan kondisi kesehatan contohnya diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung. Well, hasilnya para peneliti menemukan bahwa kurang tidur di usia paruh baya itu terkait dengan peningkatan risiko demensia.

Studi ini disebutkan jadi salah satu studi terbesar yang menunjukkan hubungan antara tidur dan risiko demensia. Meskipun tidak membuktikan bahwa kebiasaan tidur yang buruk menyebabkan penurunan kognitif.

Séverine Sabia, seorang ahli epidemiologi dari French National Institute of Health and Medical Research sekaligus pemimpin penulis studi penelitian ini mengatakan, walau lewat hasil penelitian ini tidak dibilang durasi tidur sebagai faktor penyebab demensia. Tapi setidaknya, temuan ini bisa jadi acuan agar orang-orang punya pola tidur yang baik.

“Meskipun kami tidak dapat mengatakan durasi tidur memiliki dampak kausal pada demensia, ini akan jadi sesuatu yang baik untuk mendorong pola tidur yang baik," kata Severine.

Severine menyarankan, kebiasaan tidur bisa diperbaiki jadi lebih baik jika orang-orang berhenti menggunakan perangkat elektronik 30 menit sebelum berangkat tidur. Ditambah dengan memasukkan rutinitas olahraga teratur dalam aktivitas sehari-hari.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini