Hari Bumi, Dosen TikTok Viral Ini Ajak Kurangi Penggunaan Kertas

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 11:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 612 2398910 hari-bumi-dosen-tiktok-viral-ini-ajak-kurangi-penggunaan-kertas-VJwAV2Od1B.jpg Ilustrasi Hari Bumi. (Foto: Freepik)

SETIAP tanggal 22 April, dunia memeringati Hari Bumi atau Earth Day. Pada tahun ini, Hari Bumi mengusung tema 'Restore Our Earth' atau Pulihkan Bumi Kita.

Peringatan Hari Bumi dimaksudkan agar manusia makin sadar dengan lingkungan tempat mereka hidup dan diharapkan tercipta kecintaan kepada mereka supaya mau bersama-sama saling menjaga Bumi ini dari kerusakan alam. Hal ini coba dilakukan dosen TikTok yang sempat viral Dr Ira Mirawati MSi.

Baca juga: Hari Bumi, Google Doodle Ajak Jaga Kelestarian Alam dengan Tanam Pohon 

Dosen yang sempat masuk nominasi 'Best of Learning and Education' di TikTok Awards Indonesia 2020 itu punya cara unik dalam mencintai Bumi, salah satunya meminta mahasiswanya mengumpulkan tugas tanpa kertas.

Ya, sebagai pengajar sekaligus ketua di Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung, Ira sadar betul bahwa kertas adalah bagian dari alam dan makin banyak kertas yang dipakai maka makin banyak pohon yang harus dipangkas.

Dosen TikTok Viral Ira Mirawati. (Foto: TikTok @buiramira)

Di sisi lain, pandemi covid-19 memberi dampak langsung terhadap penggunaan kertas di kalangan mahasiswa. Ya, belajar jarak jauh via online memungkinkan pola hidup 'paperless' pun dapat dijalani saat ini.

"Jadi, tugas kuliah yang dulunya dikumpulkan dalam bentuk hardcopy, sekarang dikirim softcopy saja. Begitu juga dengan skripsi," jelasnya dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Kamis (22/4/2021).

Baca juga: Hari Bumi di Tengah Pandemi, Peringati dengan Aktivitas Online Ini Saja 

Ira melanjutkan, bayangkan saja kalau satu skripsi tebalnya 250 halaman dan harus diberikan kepada 5 dosen, seorang mahasiswa akan menghabiskan hampir 3 rim kertas. Itu pun kalau skripsinya langsung jadi.

"Kalau ada revisi, berarti makin banyak lagi kertas yang dipakai. Bagusnya, selama pandemi jadi no ngeprint-ngeprint," terang Ira yang ingin sekali meneruskan pola hidup paperless ini ketika nanti kondisi sudah kembali normal.

Ira pun mengajak semua masyarakat untuk mau bergandengan tangan saling menjaga Bumi. Dengan dukungan dari banyak pihak, dia yakin bahwa masalah perubahan iklim dapat ditekan semaksimal mungkin.

"Mau tidak mau, kita harus merawat Bumi ini. Hayuklah kita sama-sama melakukannya. Di mana pun kita tinggal, entah di kota, di dekat hutan, atau di dekat laut, kita bisa kok berkontribusi. Langkah-langkah kecil kita akan membantu meminimalkan dampak perubahan iklim," ajaknya.

Baca juga: Gantengnya 3 Aktor Ini Bikin Kamu Makin Cinta Lingkungan di Hari Bumi 

Sementara itu, Manajer Program Hutan Itu Indonesia (HII) Christian Natalie atau akrab disapa Tian coba menanggapi pernyataan Ira tersebut. Ia menyatakan setuju dengan keputusan yang diambil Ira demi kelangsungan hidup Bumi yang lebih baik.

"Kita perlu memahami betul bahwa perilaku konsumtif kita akan kertas dan tisu bisa mengancam pelestarian hutan, karena Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bisa ditanami untuk industri kertas dan bubur kertas terus meningkat. Jika permintaan dari kita sebagai konsumen terus meningkat, berarti permintaan alih fungsi lahan hutan juga meningkat. Maka, mengurangi konsumsi kertas dan tisu berarti juga menjaga pelestarian hutan alam kita," paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini