Suster Ini Buatkan Tangan Palsu untuk Temani Pasien Covid-19 Karantina

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 02:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 612 2399258 suster-ini-buatkan-tangan-palsu-untuk-temani-pasien-covid-19-karantina-qE0w3WhEgc.jpg Tangan palsu untuk Penderita Covid-19. (Foto: Reuters)

SALAH satu hal yang harus dihadapi pasien Covid-19 adalah kesendirian. Bahkan, ketika mereka mengalami saat-saat terakhir tidak boleh ada orang yang menemani.

Mereka yang dirawat di rumah sakit juga harus menerima kenyataan bahwa dia harus berjuang tanpa ada orang terkasih di sampingnya. Ya, mereka wajib diisolasi di bangsal dan tidak boleh dijenguk siapapun.

Kondisi ini kerap membuat pasien Covid-19 merasa sendirian dan kesepian. Tak jarang dari mereka mengalami stres dan ingin pulang karena tak tahan dengan kondisi bangsal yang sangat sunyi.

Perawat

Mengetahui masalah tersebut, dua perawat di kota kecil Sao Carlos, di negara bagian Sao Paulo, Brasil, menemukan cara untuk membantu pasien Covid-19 tetap merasa tangannya digenggam meski itu hanya 'tipuan' belaka.

Ya, Semei Araújo Cunha dan Vanessa Formenton yang bekerja di ICU RS Santa Felicia memodifikasi sarung tangan latex untuk dijadikan 'tangan cinta'. Sarung tangan tersebut diisi air hangat yang kemudian dimodifikasi sedemikian rupa sampai akhirnya bisa seperti genggaman tangan manusia sesungguhnya.

Menurut laporan Reuters, Cunha dalam sebuah video mendemonstrasikan bagaimana dia mengenakan 'tangan cinta' tersebut ke tangan pasien Covid-19. Sela-sela jari sarung tangan latex disatukan dengan jari si pasien dan itu yang memberi kesan layaknya sentuhan manusia.

"Pasien merasa nyaman, mereka seolah-olah ada yang menggenggam tangannya," kata Formenton.

Kedua perawat ini menemukan 'tangan cinta' tersebut sekitar sebulan yang lalu. Ide itu muncul akibat lonjakan kasus Covid-19 yang sangat tinggi di Brasil. Negara tersebut sekarang menjadi negara dengan korban jiwa terbanyak di dunia akibat Covid-19 per harinya, dan Brasil ada di posisi kedua setelah Amerika Serikat dalam jumlah total kematian.

Di sisi lain, menghangatkan tangan pasien memiliki beberapa manfaat di luar dukungan emosional, yaitu dapat meningkatkan aliran darah.

Tangan dingin dapat menyebabkan kesalahan pembacaan kadar oksigen darah pasien yang secara keliru menunjukkan bahwa kadar oksigen rendah. "Nah, sarung tangan yang hangat dapat memastikan hal ini tidak terjadi," kata si perawat.

Rumah sakit di Brasil sudah mulai melakukan teknik ini ke pasien Covid-19 dengan harapan hasil positif dapat terjadi pada setiap pasien. "Sungguh luar biasa Anda dapat melihat perubahan pada pasien karen sentuhan hangat tersebut yang dibuat dari 'tangan cinta'," kata Cunha.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini