Belajar dari India, Masyarakat Indonesia Tak Boleh Jumawa setelah Dapat Vaksin

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 23:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 612 2399314 belajar-dari-india-masyarakat-indonesia-tak-boleh-jumawa-setelah-dapat-vaksin-YMPmdbmRwt.jpg Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

INDIA memang menjadi salah satu negara yang memberikan vaksinasi Covid-19 massal pada masyarakatnya. Sayangnya,dengan banyaknya jumlah orang yang divaksin malah membuat masyarakat abai dengan protokol kesehatan.

Berdasarkan data World Health Organization (WHO), per 21 April 2021, India mencatat 295.041 orang positif dan 2.022 orang meninggal karena Covid-19 dalam satu hari. Tentunya jumlah tersebut sangatlah tinggi hingga menimbulkan banyak korban jiwa.

Berdasarkan unggahan Instagram Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), lawancovid19_id, Kamis (22/4/2021), terdapat beberapa penyebab meningkatnya lonjakan kasus Covid-19 di India. Di antaranya adalah:

1.Mengendurkan protokol kesehatan, karena kasus sempat menurun.

2.Membiarkan kegiatan kerumunan, khususnya dalam kegiatan keagamaan.

3.Adanya mutasi virus baru, yang sudah masuk juga di Indonesia.

Oleh sebab itu pemerintah mengimbau masyarakat Indonesia agar jangan abai dan lengah serta selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan tidak mudik. Sebab jika masyarakat abai dan menganggap remeh Covid-19, tidak menutup kemungkinan kasus positif di Indonesia bisa seperti di India.

“PPKM mikro dan program vaksinasi sudah bisa menurunkan laju penularan kasus konfirmasi, keterisian rumah sakit. Tolong kita jaga diri kita, tetap waspada, tetap hati-hati, tetap disiplin menjalankan protokol 3M,” kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini