Pacar Serius Mengajak Nikah? Coba Tanyakan 4 Pertanyaan Soal Keuangan ini

Fitria Dwi Astuti , Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 12 2399749 pacar-serius-mengajak-nikah-coba-tanyakan-4-pertanyaan-soal-keuangan-ini-bXveGcAapj.jpg Foto: Dok Kredivo

Tidak bisa dipungkiri kalau pembicaraan soal uang merupakan topik yang sangat sensitif jika dibahas bersama pasangan. Apalagi pasangan tersebut belum sah menjadi suami atau istri Anda, bisa-bisa pasangan Anda kaget dan heran mengapa Anda menanyakan hal yang sensitif tersebut.

Faktanya, dilansir dari media online, konsultan keuangan, Andreas Hartono menjabarkan hasil survei mengejutkan, bahwa setengah dari kasus perceraian yang ada di Indonesia terjadi karena permasalahan finansial. Hasil survei yang dilakukan oleh WeCan, menjabarkan bahwa 65 persen pasangan di Indonesia tidak terbuka dalam masalah keuangan . Akibatnya, persenkonflik rumah tangga didominasi oleh masalah finansial dalam keluarga.

Oleh karena itu, jika hubungan Anda sudah berniat untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius lagi, pertanyaan semacam ini wajib Anda pertanyakan kepada pasangan Anda, begitu pula sebaliknya, Anda pun harus transparan mengenai keuangan yang Anda hadapi sekarang ke pasangan Anda. Demi kebaikan dan kelancaran hubungan Anda di kemudian hari, cobalah pertanyakan empat pertanyaan soal keuangan berikut.

Berapa Pendapatanmu?

Memang, pertanyaan ini sangat amat sensitif, dan disarankan untuk menanyakan hal ini jika Anda memang sudah serius menjalani hubungan, ya. Sebab, pertanyaan ini bukan semata-mata bertujuan untuk menilai sampai mana daya beli pasangan Anda atau membayangkan mampu tidaknya dia mentraktir ketika malam Minggu tiba.

Jauh lebih dari itu, keterbukaan pendapatan masing-masing sangat baik untuk perencanaan finansial ketika Anda sudah menikah nanti. Bagaimana Anda menyisihkan uang untuk perencanaan pernikahan, ketika punya bayi, ketika ingin mengontrak rumah dan masih banyak lagi.

Apakah Punya Tabungan?

Pertanyaan kedua yang wajib Anda pertanyakan adalah, apakah pasangan Anda punya tabungan? Pertanyaan ini cukup penting, karena tidak semua orang bisa menabung dan cara menabung orang juga berbeda beda. Jika pasangan Anda sudah punya tabungan, beri pertanyaan lanjutan soal bagaimana ia menabung dan lanjutkan ke diskusi soal bagaimana Anda berdua menabung untuk biaya pernikahan ataupun ketika sudah menikah nanti.

Jika pasangan Anda atau bahkan Anda belum mulai menabung, Anda bisa diskusikan berapa persen pendapatan yang akan disisihkan dan berkomitmen untuk menabung. Dengan ini, Anda bisa punya bayangan berapa bujet yang akan dikeluarkan untuk menikah dan kapan Anda bisa mencapai target pernikahan tersebut.

Apakah Punya Utang atau Cicilan?

Nah, pertanyaan ini juga tidak kalah pentingnya. Sebab, utang atau cicilan adalah komitmen dan ada kewajiban untuk membayar setiap bulannya. Jika pasangan Anda memiliki utang, cobalah hitung jumlah utang tersebut, selama masih bisa menabung, tidak melebihi 30 persen pendapatan, serta utang tersebut bersifat produktif, sangat dirasa hal tersebut tidak akan menjadi masalah.

Jika Anda dan pasangan memiliki keuangan yang sehat dan terbuka untuk mengambil cicilan, lebih baik Anda mengajukan cicilan di aplikasi pinjaman uang online Kredivo yang memiliki bunga rendah dan sudah terdaftar serta diawasi oleh OJK. Bunga hanya 2,6 persen per bulan, tenor mulai dari 3 bulan, 6 bulan hingga 12 bulan dan limit hingga Rp30 juta, Anda bisa memanfaatkan layanan ini untuk membeli perabotan rumah, membeli gadget hingga membeli souvenir pernikahan yang bisa Anda dapatkan di merchant Kredivo seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blibli, JD.id, Shopee, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Bagaimana Pandanganmu Tentang Dana Darurat?

Dana darurat mungkin tidak terlintas pada pikiran orang yang ingin serius menikah. Di tengah “kejar setoran” menyiapkan biaya pernikahan, pasti yang dipikirkan hanya menabung, mengirit dan bagaimana acara pernikahan akan berlangsung. Padahal, urusan keuangan setelah menikah juga patut dipikirkan secara matang dari jauh-jauh hari seperti halnya dana darurat.

Cobalah pertanyakan, bagaimana nanti jika ada hal-hal yang sifatnya darurat dan membutuhkan uang yang cukup banyak? Berapa besar pendapatan yang Anda sisihkan untuk hal ini? Jika pasanganmu belum memikirkan dana itu, ada baiknya Anda berinisiatif untuk mengajaknya mulai mempersiapkan dana darurat dengan nominal yang paling rendah terlebih dahulu, yaitu memiliki dana yang cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari selama tiga bulan ke depan.

Bagaimana “Jatah” Keluarga Nanti?

Pertanyaan ini juga sangat sensitif, sebab ini sudah mencakup soal keluarga besar masing-masing. Padahal, jika hal-hal yang mencakup keluarga besar seperti ini, patut didiskusikan dengan kepala dingin dan hati yang lapang, karena sudah dipastikan dalam diri masing-masing ingin memberikan yang terbaik, juga yang adil untuk seluruh keluarga.

Dana silaturahmi ini meliputi pemberian bulanan ke orangtua, hingga angpao ke adik maupun ke keponakan Anda. Komunikasikan hal ini dengan baik sampai Anda mendapatkan hasil yang terbaik buat Anda berdua.

Selamat mencoba!

 CM

(yao)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini