Dokter Kevin Disanksi 6 Bulan, IDI : Belajar Lagi Etika di Perguruan Tinggi

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 481 2399409 dokter-kevin-disanksi-6-bulan-idi-belajar-lagi-etika-di-perguruan-tinggi-zYhI7jSjR4.jpg Dokter Kevin (Foto : Instagram/@kevinsamuelmpg)

Konten TikTok Dokter Kevin Samuel Marpaung membawa petaka. Diklaim tak ada maksud untuk mengejek pihak mana pun, video berisi 'vaginal touche' yang diperlihatkan dr Kevin dinilai tak etis dan membuat Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjatuhi sanksi padanya.

Ya, karena konten TikTok itu jugalah, Dokter Kevin dijatuhi sanksi oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Pusat Ikatan Dokter Indonesia (MKEK IDI), yaitu 6 bulan pembekuan kegiatan.

"IDI cabang Jakarta Selatan telah mengenakan sanksi kepada yang bersangkutan (dr Kevin) sesuai dengan kategori pelanggaran sanksinya, termasuk kategori satu dan kategori dua yang terukur tentu selama 6 bulan," papar Ketua IDI Cabang Jakarta Selatan, M Yadi Permana, menjelaskan sanksi Dokter Kevin.

dokter kevin

Lantas, apa makna dari sanksi dokter Kevin tersebut?

Ketua Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan M Nasser, menjelaskan bahwa hukuman untuk dokter muda Kevin Samuel Marpaung itu bersifat ringan-sedang. Sanksi yang dijatuhkan ke dokter Kevin masuk ke dalam kategori 1 dan kategori 2.

"Artinya, kategori 1 itu dr Kevin bakal mendapat pembinaan, salah satunya cara berkomunikasi ke publik bakal dibina. Ini juga mengharuskan dr Kevin melaporkan kegiatannya setiap hari ke IDI. Lalu, untuk kategori dua, sanksi bersifat pembinaan tanpa pemecatan," terangnya pada MNC Portal Indonesia, Kamis malam (22/4/2021).

Baca Juga : Praktikan Cara Cek Pembukaan Serviks, Izin Dokter Kevin Dicabut 6 Bulan

Nasser melanjutkan, pada kategori 2 sendiri, untuk memberi efek jera pada dr yang bermasalah, ada beberapa rekomendasi yang biasa diberikan, misalnya belajar lagi tentang etik di kampus, koas lagi, atau sanksi lainnya. Namun, sesuai dengan keterangan MKEK IDI, dokter Kevin ternyata harus menjalani pendidikan etika lagi di Perguruan Tinggi.

"Kalau ditanya perguruan tinggi-nya yang mana, itu teknis sekali. Keputusan ada di MKEK IDI. Tapi, biasanya akan disodorkan beberapa nama perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah etik," sambungnya.

Soal berapa lama akan menjalani pendidikan etik, itu pun sesuai dengan keputusan yang sudah dikeluarkan MKEK IDI terhadap dokter Kevin. "Tapi, ya, biasanya satu semester atau tergantung perguruan tingginya bagaimana. Kalau sudah, nanti ada surat yang menyatakan dr Kevin sudah menjalani pendidikan etik tersebut," tambah Nasser.

Dokter Kevin

Sanksi yang diberikan tentu saja diharapkan agar dokter Kevin bisa belajar dari kesalahan dan berjanji tak akan mengulanginya lagi. Kalau di tengah jalan dia berbuat kesalahan etik lagi, maka bisa saja dia dijatuhi sanksi kategori 3 yaitu pemecatan.

"Jadi, dengan keluarnya sanksi ini diharapkan dokter Kevin maupun dokter lainnya tidak sembarang menggunakan media sosial," ungkap Nasser.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini