Dokter Kevin Kena Sanksi, Nasser Kompolnas: Jangan Main-Main dengan Praktik Profesi!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 08:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 481 2399429 dokter-kevin-kena-sanksi-nasser-kompolnas-jangan-main-main-dengan-praktik-profesi-DkO2MBwqpd.jpg Dokter Kevin (Foto : Instagram/@kevinsamuelmpg)

Ketua Asosiasi Dokter Hukum Kesehatan M Nasser mengimbau kepada para dokter dan dokter gigi agar tidak mempermainkan praktik profesi. Sebab, hal tersebut dapat menciptakan keambiguan di mata masyarakat.

"Kepada dokter dan dokter gigi, mohon tidak membawa-bawa praktik profesi kepada permainan di luar profesi karena itu bisa berpotensi mendapat penilaian yang bias di masyarakat maupun di ranah profesi itu sendiri," ungkap Nasser pada MNC Portal Indonesia terkait dengan polemik dokter Kevin Samuel Marpaung, Kamis (22/4/2021).

Dokter Kevin

Dia berharap, apa yang dialami dokter Kevin menjadi contoh untuk para dokter dan dokter gigi lainnya yang cukup aktif di media sosial agar tidak sembarangan membuat konten-konten bersifat publik.

"Ingat para dokter dan dokter gigi, ini adalah profesi luhur, maka jangan main- -main," tambah Nasser Kompolnas, nama lainnya. Baginya, apa yang Anda buat di media sosial tidak hanya bisa menyinggung publik tapi juga marwah profesi. Jadi, usahakan untuk membuat konten yang edukatif dan tidak menyinggung pihak-pihak lain.

Baca Juga : Dokter Kevin Disanksi 6 Bulan, IDI : Belajar Lagi Etika di Perguruan Tinggi

Baca Juga : Praktikan Cara Cek Pembukaan Serviks, Izin Dokter Kevin Dicabut 6 Bulan

Dokter Kevin Samuel Marpaung harus menerima pil pahit akibat konten TikTok yang dia buat. Dalam konten 'blunder' tersebut, dokter Kevin dinilai merugikan beberapa pihak, mulai dari ibu hamil hingga profesi dalam hal ini Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI).

Sebab, tindakannya di video dengan mencoba mempraktikan 'vaginal touche' dianggap keliru dan malah membuat publik resah. Hal ini disadari dr Kevin dan dia pun meminta maaf kepada semua pihak yang sudah dirugikan. Dia pun berharap agar masyarakat, khususnya ibu hamil, tidak takut memeriksakan diri ke tenaga kesehatan yang berbeda gender.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini