Kelebihan Meratakan Gigi dengan Aligner dibanding Behel

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 481 2399649 kelebihan-meratakan-gigi-dengan-aligner-dibanding-behel-AsjKIkZoAG.jpg Meratakan gigi dengan aligner atau behel (Foto : The Orthodentist)

Behel masih menjadi pilihan banyak masyarakat. Terapi meratakan gigi tersebut dinilai bisa membuat gigi terlihat rapi meski harus dengan prosedur yang cukup menyakitkan.

Ya, proses pemasangan behel, maintenancenya, hingga pelepasan behel semuanya terasa kurang nyaman. Apalagi pada awal proses pemakaian, Anda akan mengalami beberapa sensasi yang cukup menyakitkan dan membuat rasa tak nyaman di area gigi.

"Pemasangan behel dimaksudkan agar gigi rapi. Tapi, prosesnya cukup banyak dilaporkan tidak membuat nyaman pemakainya. Bahkan, masalah seperti sariawan dan kesulitan makan jadi kendala paling banyak dikeluhkan pemakai behel," kata drg Deviana Maria dalam webinar kesehatan gigi, Kamis (22/4/2021).

Behel

Tidak hanya itu, pengguaan behel itu harus dipantau dokter gigi langsung. Sehingga memungkinkan Anda untuk datang ke klinik gigi dan sekali lagi, proses menggeser gigi banyak dikeluhkan tidak enak oleh pengguna behel.

Nah, masalah-masalah tersebut bisa diatasi jika Anda menggunakan aligner. Ya, alat bantu meratakan gigi yang satu ini diakui drg Deviana mampu meminimalisir masalah-masalah pemakaian behel.

"Pada penggunaan aligner sebagai terapi meratakan gigi, pemakai tidak mendatangi klinik sebulan sekali, tetapi 7 hari sekali dan itu pun hanya mengganti aligner bukan melakukan pergeseran gigi yang menyakitkan," ungkapnya.

Behel

 Baca Juga : 6 Momen Kenangan Citra Kirana dan Ayahnya yang Mengharukan

Selain itu, karena aligner tidak menempel di gigi secara terus menerus, akhirnya secara estetika tidak akan mengubah tampilan gigi dan wajah pengguna. Beda dengan behel yang memaksa pengguna harus terbiasa dengan adanya benda asing di giginya setiap waktu dan ini biasanya memengaruhi tampilan fisik.

"Aligner itu plastik transparan yang bentuknya menyerupai gigi Anda dan lewat aligner ini juga gigi Anda diratakan secara perlahan tanpa mengubah tampilan gigi. Uniknya lagi, bisa dilepas-pasang oleh pemakainya sendiri," kata drg Deviana yang juga seorang Co-Founder Rata.

Hal yang tak kalah penting adalah aligner tidak akan menggangu masalah mulut akibat sisa makanan yang menempel di gigi seperti yang dialami pengguna behel. "Jadi, kalau pakai behel itu suka banyak sisa makanan yang menempel. Ini bisa jadi masalah kalau tidak dibersihkan dengan benar. Kalau pakai aligner, ya, Anda bisa gosok gigi dengan sangat bersih karena alatnya bisa dilepas," papar drg Deviana.

Soal hasil, drg Deviana mengatakan bahwa terapi aligner itu menjanjikan penggunanya tahu dari awal akan seperti apa tampilan akhir giginya karena adanya teknologi yang dapat menentukan hasil tersebut. Durasi penggunaannya pun akhirnya bisa terbaca.

"Ini yang cukup membedakan penggunaan behel dengan aligner. Kalau pakai behel, ya, tidak ada yang bisa menjamin bagaimana hasil akhir, bahkan beberapa sampai harus cabut gigi supaya hasilnya maksimal. Kalau pakai aligner, pengguna sudah akan tahu hasil akhirnya dan ini tentu memudahkan dokter gigi memantau perkembangan setiap waktunya," tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini