Berapa Jarak Aman Pemberian Vaksin Covid-19 dengan Vaksin Lain?

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 481 2399804 berapa-jarak-aman-pemberian-vaksin-covid-19-dengan-vaksin-lain-mj4SM6HkLS.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: First National Health Authority)

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari satu tahun, membuat banyak masyarakat agak lupa dengan betapa pentingnya jenis vaksin lain untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap prima.

Salah satu contohnya vaksin influenza, yang biasanya terjadwal satu kali penyuntikan rutin setiap tahunnya. Namun dengan kondisi program vaksinasi Covid-19 nasional yang masih terus berjalan sampai saat ini, masyarakat tentu jadi bertanya-tanya apakah ada jarak atau interval aman antara vaksinasi Covid-19 dengan vaksin non-Covid, contohnya seperti vaksin influenza?

 Vaksin

Disebutkan oleh Prof. DR. dr Samsuridjal Djauzi, SpPD K-AI, spesialis ilmu penyakit dalam sekaligus anggota tim penasihat Imunisasi Departemen Kesehatan, dari ilmu medis memang ada jarak antara pemberian vaksinasi Covid dengan yang non Covid.

“Pada vaksin Covid-19 kita pantau efek simpan vaksin tersebut secara teliti. Kesepakatannya pada waktu itu, antara vaksin Covid diberi jarak dengan vaksin lain itu satu bulan,” ujar Prof. DR. dr Samsuridjal belum lama ini.

Pemberian jarak ini, bertujuan untuk memantau kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Dengan pemberian interval, bisa dilihat lebih jelas apakah efek samping yang timbul itu karena vaksin Covid-19 yang adalah jenis vaksin baru ataukah memang karena vaksin jenis lainnya.

“Diberi jarak dengan vaksin lain, kalau ada efeknya jelas. Apakah karena vaksin Covid atau vaksin lain. Dalam ilmu vaksinologi, memang dua vaksin bisa diberikan, vaksin Covid-19 ini kan inactivated (tidak hidup), jadi boleh diberikan dengan vaksin lainnya. Dari segi ilmunya, boleh diberi berbarengan dgn vaksin lainnya,” imbuhnya.

Terakhir, Profesor Samsuridjal menyarankan untuk jenis vaksin lainnya (non Covid) tetap dilakukan sesuai jadwal yang ada. Namun jika merasa ragu, bisa ditunda pelaksanaannya namun dengan catatan jika tak mendesak.

“Kalau untuk vaksin lain tetap sesuai jadwalnya. Ragu-ragu, ya bisa ditunda tapi sejauh kalau memang penundaan tersebut memungkinkan,” tutup Profesor Samsuridjal.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini