Atta Halilintar Kena Covid-19 Lagi, Berapa Lama Orang 'Kebal' Setelah Terpapar?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 02:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 612 2399322 atta-halilintar-kena-covid-19-lagi-berapa-lama-orang-kebal-setelah-terpapar-sNPiadf3Yt.jpeg Atta Halilintar. (Foto: Instagram)

BELUM sebulan menikah, Suami Aurel Hermansyah, Atta Halilintar mengaku terpapar virus corona Covid-19. Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat dia terpapar untuk kedua kalinya.

Kabar tersebut dibagikan oleh Atta melalui Instagram pribadinya, 

"Ya Allah, shock. Aku positif Covid-19 untuk kedua kalinya. Setelah swab test untuk besok kerja terbang ke Solo. Ternyata hasilnya positif," tulis Atta.

Dalam unggahan tersebut dia juga membagikan fotonya tengah berbaring di tempat tidur. Tak hanya itu para tenaga medis pun terlihat tengah merawatnya. Pria 26 tahun tersebut juga mengungkapkan sebelumnya Aurel mengalami flu.

Memang, berdasarkan keterangan Kemenkes, Riset pada pasien Covid-19 yang sembuh menunjukkan, perlindungan kekebalan tubuhnya terhadap corona turun bahkan hilang setelah dua atau tiga bulan. 

Orang yang sembuh dari infeksi virus biasanya punya respons kekebalan dan mengembangkan proteksi terhadap penyakit bersangkutan. Sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi, yang mampu mengenali virusnya jika menyerang untuk kedua kali. Antibodi juga tahu cara memeranginya.

Namun dalam kasus virus corona SARS-CoV-2 pemicu Covid-19, penelitian terbaru yang dilakukan di rumah sakit Schwabing di München Jerman, menunjukkan adanya penyimpangan dari hal lazim itu. Clemens Wendtner, dokter kepala di rumah sakit itu, melakukan rangkaian pengujian kekebalan pasien Covid-19, yang dirawat akhir Januari 2020 dan dinyatakan sembuh. 

Tes menunjukkan turunnya jumlah antibodi pada tubuh mereka secara signifikan. Wendtner mengatakan bahwa antibodi yang menghentikan serangan virus, menghilang hanya dalam waktu dua sampai tiga bulan pada empat dari 9 pasien yang dimonitor. 

Hasil pemantauan tersebut juga serupa dengan investigasi yang sudah dilakukan di Cina. Riset di Cina juga menunjukkan, antibodi virus SARS-CoV-2 pada bekas pasien Covid-19 tidak ada lagi dalam darah mereka. Dalam kondisi seperti ini, pasien bisa kembali terinfeksi virus corona karena tidak lagi memiliki perlindungan.

Penelitian lanjutan dengan skala lebih besar masih perlu dilakukan untuk menegaskan anomali ini. Namun temuan awal ini memberikan indikasi, bahwa gelombang kedua infeksi mungkin terjadi, di mana pasien juga kemungkinan mengembangkan kekebalan normal.

Hal ini akan mengubah cara para pakar menangani Covid-19, termasuk melonggarkan tindakan social distancing.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini