Tips Selamatkan Bumi ala Andini Effendi: Jangan Asal Belanja Online

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 21:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 612 2399852 tips-selamatkan-bumi-ala-andini-effendi-jangan-asal-belanja-online-Rs8bZxYYkW.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PANDEMI mengajarkan kita untuk hidup sehat dan menjaga lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kita harus lebih menghargai apa yang terjadi di bumi ini, lantaran ancaman bukan hanya dari pandemi melainkan juga dari pemanasan global (climate change).

Isu pemanasan global sendiri sebetulnya telah lama digencarkan oleh sejumlah organisasi non-profit hingga para selebriti dunia. Mereka menyadari bahwa pemanasan global merupakan ancaman nyata, dan dapat menghancurkan peradaban manusia.

Di Indonesia sendiri, ada sejumlah selebriti yang cukup vokal dalam mempromosikan isu-isu lingkungan kepada masyarakat luas. Mereka bergerak dengan cara masing-masing, salah satunya Andini Effendi.

Model sekaligus presenter Indonesia yang didapuk menjadi brand ambassador, Yayasan Konservasi Alam Nusantara ini punya tips ampuh bagi mereka yang tergerak untuk ikut membantu menyelematkan bumi.

belanja online

Langkah paling sederhana yang bisa dilakukan masyarakat adalah menjadi konsumen yang bertanggung jawab (responsible consumer).

"Mulai lah dari diri kita sendiri, dari hal-hal yang terkecil terlebih dahulu. Salah satunya menjadi responsible consumer. Bagaimana cara kita menjadi konsumen yang bertanggung jawab," kata Andini Effendi.

Lebih lanjut Andini menjelaskan, contoh responsible consumer paling mudah untuk diterapkan masyarakat adalah ketika hendak membeli barang secara online. Pastikan terlebih dahulu, apakah barang tersebut benar-benar Anda butuhkan, dan tidak memiliki dampak negatif bagi lingkungan maupun pekerja yang terlibat dalam proses produksi.

"Ini sebetulnya kembali ke pribadi masing-masing. Kalau aku sendiri kalau belanja online, selalu memastikan betul barang yang aku beli akan aku gunakan. Aku juga selalu kasih pesan agar paket barangku tidak dibungkus plastik dan bubble wrap. Setidaknya ini dapat mengurangi sampah plastik," terang Andini.

Terlepas dari tips sederhana tersebut, Andini juga mengimbau masyarakat untuk menggali lebih banyak lagi informasi seputar benda-benda apa saja yang sekiranya dapat merusak lingkungan.

Salah satu contoh yang seringkali luput dari perhatian adalah tissue. Benda ini, kata Andini paling sulit dan bahkan tidak bisa di daur ulang karena sifat residunya.

"Jadi kalau kita bisa meminamlisir sampah-sampah seperti ini. Saya yakin akan memberi kontribusi yang cukup besar, meski sekilas terlihat sederhana," jelas dia.

"Selain itu, bijaklah dalam menggunakan listrik. Kalau di rumah ada jendela, buat apa di siang hari lampu dinyalakan semua. Buka saja dan manfaatkan sinar matahari. Sesederhana itu," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini