Orangtua atau Kita Dulu yang Harusnya Bahagia?

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 23:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 612 2399902 orangtua-atau-kita-dulu-yang-harusnya-bahagia-mkXtnTJFQy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SAMA seperti pria, perempuan juga memiliki kekuatan dan potensi tak terbatas yang bisa membawanya menciptakan perubahan besar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Hal ini dialami oleh seorang Digital Marketer Rahne Putri, ia merupakan seorang wanita yang gemar traveling, namun juga bercita-cita untuk membahagiakan orangtuanya. Sehingga, ia melakoni pekerjaan apapun demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

"Pokoknya di pikiran saya dulu orangtua harus bahagia. Pokoknya mereka harus bahagia dulu, saya mah nanti saja," ujar Rahne dalam webinar yang diadakan oleh PechaKucha Night Jakarta Vol. 43 - Because She Cares pada Jumat (23/4/2021).

Tak lama kemudian, ia pun menikah dan memiliki seorang putra. D isamping harus bekerja untuk memenuhi cita-citanya membahagiakan orangtua, peran yang dijalani Rahne pun bertambah, yakni mengurus anak dan suaminya.

Orangtua

Padahal, menurut Rahne, perempuan mempunyai hak yang sama untuk menemukan kebahagiaan sebagai seorang individu. Karena jika seseorang belum bisa menemukan definisi kebahagiaan untuk dirinya sendiri, maka akan sulit untuk membahagiakan orang lain.

Penulis buku yang kini tidak lagi malu menyandang predikat sandwich generation ini mengaku bangga dapat membahagiakan diri sendiri dan menjalankan peran yang diinginkan. Namun demikian, Rahne perlu melalui pergumulan batin yang panjang untuk menyadarinya.

“Saya menemukan kebahagiaan seutuhnya ketika saya akhirnya mau mengenali diri dan merangkul segala hal yang baik maupun buruk sebagai individu. Saya juga selalu berkaca pada diri sendiri ketika menjalani battle hidup saya,” tutur Rahne.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini