Manfaat Puasa untuk Pasien Kanker Bisa Kurangi Peradangan

Antara, Jurnalis · Senin 26 April 2021 03:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 481 2400502 manfaat-puasa-untuk-pasien-kanker-bisa-kurangi-peradangan-BBRche6QBS.jpg Ilustrasi pasien kanker. (Foto: Freepik)

IBADAH puasa Ramadhan ternyata memberikan manfaat tersendiri bagi pasien kanker. Puasa untuk pangidap kanker bisa mengurangi peradangan atau inflamasi yang ditimbulkan sel kanker di dalam tubuh. Ini tentu menjadi hal positif, khususnya dari segi pengobatan, karena obat dapat lebih efektif bekerja saat peradangan melambat.

Walau demikian, berpuasa untuk pasien kanker perlu memerhatikan beberapa hal supaya dapat memberi efek baik tersebut.

Baca juga: Efek Pandemi Covid-19, Kesadaran Masyarakat soal Kanker Meningkat 

"Efek dari puasa itu terhadap kanker adalah untuk meredam, jadi saat berpuasa sel kanker itu melambat proses pembentukannya, sehingga proses inflamasi yang berlebihan akibat sel kanker itu bisa diredam selama berpuasa. Tapi puasa itu hanya disarankan bagi penderita kanker stadium awal, pengidap kanker yang sudah selesai menjalani pengobatan, hingga penyintas. Proses puasa itu balik lagi ke kondisi tubuh pengidap kanker," jelas dokter spesial penyakit dalam Hayatun Nufus dalam webinar, seperti dikutip dari Antara, Senin (26/4/2021).

Ilustrasi puasa. (Foto: Reuters)

Ia pun menyebutkan puasa bagi pasien kanker hanya memberikan efek yang baik bagi tubuh pada pengidap kanker yang memiliki kondisi fisik baik, pengidap kanker stadium awal, dan penyintas.

Baca juga: Puasa Ramadhan Bisa Cegah Kanker? Ini Penjelasan Dokter 

Puasa juga diperbolehkan untuk pengidap kanker yang masih menjalani pengobatan dengan obat minum atau oral dengan catatan pasien memiliki kondisi tubuh yang baik.

Pasien kanker yang masih meminum obat harus berkonsultasi untuk penyesuaian jadwal minum obat agar obat dapat tetap mengobati dengan efektif secara rutin untuk menghilangkan efek dari sel kanker.

"Penyesuaian jadwal minum obat itu harus dilakukan sebelum puasa. Misalnya yang biasanya minum di siang hari, beberapa minggu sebelum puasa memajukan jam minum obatnya perlahan selama waktu itu berlangsung. Dari jam 12.00 WIB, jadi jam 11.00 WIB, tiga hari kemudian jadi jam 10.00 WIB, itu disesuaikan terus hingga akhirnya berhasil minum di jam tepat untuk sahur," jelas dr Hayatun.

Catatan penting lainnya bagi pasien kanker selama menjalani ibadah puasa adalah memastikan nutrisi kebutuhan harian tercukupi dan seimbang sehingga manfaat berpuasa dapat maksimal.

Baca juga: Heboh Kabar PCR Test Sebabkan Kanker, Benarkah? 

Sementara itu pengidap kanker dengan stadium lanjutan yang sel kankernya aktif, pengidap kanker yang tengah menjalani proses terapi seperti kemoterapi atau radioterapi pun tidak disarankan juga berpuasa.

"Penderita kanker yang menjalani pengobatan terapi yang membutuhkan siklus berkelanjutan tidak disarankan menjalani puasa karena ia tidak makan, hal itu bisa berisiko tinggi pada tubuh pasien," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini