Susu Tinggi Protein Bisa Jadi Asupan Alternatif Pasien Kanker saat Puasa

Antara, Jurnalis · Senin 26 April 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 481 2400592 susu-tinggi-protein-bisa-jadi-asupan-alternatif-pasien-kanker-saat-puasa-j5lro6Laag.jpg Ilustrasi susu tinggi protein. (Foto: Jcomp/Freepik)

SUSU tinggi protein ternyata bisa dijadikan asupan alternatif pasien kanker saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Ini akan memenuhi kebutuhan nutrisi mereka ketika berpuasa. Demikian diungkapkan dokter ahli gizi Marya W Haryono.

Ia mengatakan, hal itu untuk menyiasati jika pasien kanker mengalami kebosanan pada menu makanan dan minuman yang dijalani berbarengan dengan pengobatan.

Baca juga: Puasa Ramadhan Bisa Cegah Kanker? Ini Penjelasan Dokter 

"Susu tinggi protein itu kan baik. Di masa puasa tentu waktu makan pun sedikit, tapi kita tetap harus menjaga nutrisi. Nah, susu tinggi protein ini bisa digunakan untuk pelengkap menu berpuasa. Tapi ingat dosisnya harus pas. Mau disajikannya diseduh atau pakai shaker itu balik ke selera masing- masing," kata dr Marya dalam webinar 'Panduan Aman Jalani Ibadah Puasa untuk Pejuang Kanker', seperti dikutip dari Antara, Senin (26/4/2021).

Ilustrasi kanker. (Foto: Shutterstock)

Meski demikian, perlu diperhatikan agar pasien kanker tetap menjaga asupan nutrisi itu tidak hanya dari susu tinggi protein, tapi juga bergantian dengan makanan bergizi serta minum air putih yang cukup. Pasalnya, susu tinggi protein fungsinya tidak menggantikan makanan dan minuman sebagai asupan nutrisi utama.

Sama halnya dengan jus ataupun buah-buahan yang tidak bisa dijadikan main course, namun lebih berperan sebagai pendamping saat pengidap kanker menjalani puasa.

Baca juga: Heboh Kabar PCR Test Sebabkan Kanker, Benarkah? 

Selama berpuasa pun dr Marya berpesan agar pasien kanker harus bisa memastikan nutrisi yang diterima seimbang, baik saat sahur atau berbuka puasa, sehingga kinerja tubuh dapat stabil dan tetap bisa beraktivitas normal meski sedang menahan lapar dan haus selama 12 jam.

"Jadi jangan dikurangi makanan, tapi tetap dijaga nutrisinya 50:50 pada saat sahur dan juga berbuka," tutupnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini