Mutasi Covid-19 India Sudah di Indonesia, Pemerintah Perketat Aturan Masuk

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 26 April 2021 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 481 2400920 mutasi-covid-19-india-sudah-di-indonesia-pemerintah-perketat-aturan-masuk-zfIAwiajaZ.jpg Covid-19 (Foto: Chilliwack progress)

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, mutasi baru virus Covid-19 yang menciptakan kenaikan kasus positif India sudah masuk ke Indonesia. Ada setidaknya 10 orang yang sudah terkena virus tersebut.

Menkes Budi menjelaskan, sebanyak enam kasus di antaranya adalah impor, artinya masuk dari luar negeri, sementara empat lainnya adalah transmisi lokal. Dua kasus ada di Sumatera, satu di Jawa Barat dan satu di Kalimantan Selatan.

 Menkes Budi

“Jadi untuk provinsi-provinsi di Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan, kita akan semakin hati-hati dan mengontrol apakah ada mutasi baru atau tidak,” terang Menkes Budi, dalam konferensi pers di channel YouTube Sekretariat Presiden, Senin (26/4/2021),

Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah telah menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas. Selain itu pemerintah juga menolak masuknya orang asing yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India sebelum masuk ke Indonesia.

“Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) masih boleh masuk, tapi protokol kesehatannya kita perketat, sehingga mereka harus stay selama 14 hari. Untuk WNI yang 14 hari mengunjungi India, mereka tetap diizinkan masuk, tapi harus dikarantina 14 hari,” sambungnya.

Lebih lanjut, titik kedatangan para WNI menuju Tanah Air juga telah diatur oleh Menko, yakni hanya di Soekarno Hatta, Juanda, Kualanamu dan Sam Ratulangi. Sementara pelabuhan lautnya juga dibatasi hanya di Batam, Tanjung Pinang, dan Pelabuhan Dumai.

“Kita pastikan semua yang pernah datang dan mengunjungi India pasti akan dilakukan Genome Sequencing, untuk mengetahui apakah telah terjadi mutasi virus baru atau tidak,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini