Tak Cuma Laki-Laki, Perempuan Juga Bisa Produktif Jadi Pemimpin

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Senin 26 April 2021 23:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 612 2401153 tak-cuma-laki-laki-perempuan-juga-bisa-produktif-jadi-pemimpin-MQKGlVNKnx.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KESETARAAN gender perlu diterapkan di dunia kerja. Termasuk dalam hal memilih kepemimpinan, tak hanya laki-laki, tapi juga perempuan.

Sayangnya kepemimpinan seringkali diartikan sebagai aktivitas manusia yang tergenderisasi, karena terdapat gaya kepemimpinan yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Dimensi kesetaraan gender sangat dibutuhkan guna memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi personal, kepemimpinan dan kemanusiaan terutama dalam ruang lingkup pekerjaan.

Baca Juga: Nagita Slavina Pakai Daster Harga Merakyat, Netizen: Tapi Sebulan Libur Beli Sayur

wanita

Growth Lead of Glints menjelaskan, dengan adanya penerapan kesetaraan gender di lingkungan kerja dapat memaksimalkan produktivitas. Serta inovasi bagi karyawan yang dapat mendorong kesuksesan bisnis.

"Siapapun berhak mendapatkan akses yang lebih mudah untuk belajar guna meningkatkan kemampuan diri,” kata Vinsen, lewat keterangan resminya.

Sementara itu, Eksekutif Direktur Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Maya Juwita mengungkapkan, Indonesia menduduki peringkat ke-4 yang memiliki pemimpin perempuan terbanyak di dunia, persentase sebanyak 37 persen. Namun sayangnya hampir 90 persen laki-laki dan perempuan memiliki semacam bias terhadap perempuan (The Gender Social Norms Index, UNDP, 2020).

“Secara alamiah perempuan memiliki power dengan ciri yang berbeda dengan laki-laki sehingga kontribusinya dapat memberikan nilai tambah bagi tempat mereka bekerja."

"Konsep empowerment yang dibutuhkan sebenarnya bukanlah untuk diberi kekuatan melainkan untuk diberi kesempatan, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik jika laki-laki berpikir lebih seperti perempuan," ungkap Maya.

Laporan World Economic Forum (WEF) 2020 menunjukkan skor Kesenjangan Gender Global (berdasarkan jumlah penduduk) berada pada posisi 68,6 persen. Artinya, masih ada 31,4 persen kesenjangan yang menjadi pekerjaan rumah bersama masyarakat global. Sedangkan di Indonesia, menurut WEF berada pada peringkat 85 dalam urusan gender gap.

Sementara menurut data yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pemberdayaan Gender dengan alat ukur menempatkan perempuan sebagai tenaga profesional di Indonesia pada tahun 2019 masih berada pada kisaran antara 35 persen hingga 55 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini