Kebal Antibodi, Benarkah Varian B1617 Asal India Lebih Berbahaya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 481 2401358 kebal-antibodi-benarkah-varian-b1617-asal-india-lebih-berbahaya-8Da2aflNDb.jpg Ilustrasi varian baru virus corona B1617 asal India. (Foto: Mego-Studio/Freepik)

VARIAN baru virus corona B1617 menyebabkan India bergejolak. Covid-19 jenis baru ini bisa bermutasi ganda dan mudah sekali menular karena sifatnya menempel pada sel tubuh manusia. Tapi, apakah varian B1617 lebih berbahaya?

Dokter Jeremy Kamil, ahli virologi di Louisiana State University, Amerika Serikat, mengatakan kepada BBC bahwa salah satu mutasi B1617 serupa dengan yang terlihat pada varian Afrika Selatan dan Brasil.

Baca juga: Waspada! Virus Corona B1617 Asal India Bermutasi Ganda dan Mudah Menular 

"Mutasi B1617 dapat membantu virus menghindari antibodi yang ada dalam sistem kekebalan. Artinya, virus mampu lolos dari serangan antibodi, dan akibatnya gejala yang muncul bisa cukup parah meski sudah terbentuk antibodi dalam tubuh manusia," papar dr Kamil.

Sementara laporan The Print menjelaskan bahwa virus corona B1617 yang memiliki mutasi L452R, protein yang mampu mengikat dengan mudah di sel manusia, tidak selalu mengakibatkan penyakit lebih parah atau membuat virus lebih mematikan ketika masuk ke tubuh manusia.

"Misalnya varian B1427 yang tampaknya menyebar lebih mudah, peneliti terdahulu tidak menemukan bahwa sifat itu terkait dengan infeksi yang lebih parah atau viral load yang lebih tinggi. Hal yang sama berlaku untuk varian B1617, meski perlu penyelidikan lebih lanjut," terang laporan The Print.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Orang Asing dari Wilayah India Ditolak Masuk Indonesia 

Tapi yang mesti dikhawatirkan adalah kemampuan vaksin covid-19 yang kemudian dipertanyakan. Ya, sebagian besar vaksin yang dikembangkan untuk melawan virus corona didasarkan pada penargetan protein lonjakan. Dikarenakan protein berada di permukaan luar virus, inilah yang terutama akan "dilihat" oleh sistem kekebalan selama infeksi dan oleh karena itu membuat antibodi efektif melawan.

"Jika mutasi mengubah bentuk protein lonjakan, maka antibodi itu mungkin menjadi kurang efektif," lapor The Print.

Memang studi awal menunjukkan bahwa mutasi L452R dapat membantu virus menghindari serangan sistem kekebalan. Selain itu, B1617 membawa mutasi kedua yang disebut E484Q yang juga mengubah protein lonjakan.

Baca juga: Mutasi Covid-19 India Sudah di Indonesia, Pemerintah Perketat Aturan Masuk 

"Penelitian menunjukkan bahwa mutasi seperti ini juga dapat membuat virus kurang rentan terhadap antibodi yang sudah ada sebelumnya," tambahnya.

Menjadi catatan hasil studi bahwa mutasi L452R yang ada di varian B1617 mampu membuat varian kurang rentan terhadap serangan antibodi adalah hasil eksperimen laboratorium, bukan pada orang yang sebenarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini