Minyak Goreng Dipakai Berulang Kali, Apa Dampaknya pada Kesehatan?

Antara, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 481 2401413 minyak-goreng-dipakai-berulang-kali-apa-dampaknya-pada-kesehatan-vviNmd91dr.jpg Ilustrasi. (Foto: Wirestock/Freepik)

SEJUMLAH orang kerap berulang kali menggunakan minyak goreng. Misalnya untuk menggoreng tahu, tempe, bakwan, dan lain-lain. Lantas, apakah ada dampaknya terhadap kesehatan tubuh penggunanya?

Dokter spesialis gizi klinik dari Perhimpunan Dokter Gizi Klinik (PDGKI) Cabang Banten Juwalita Surapsari mengatakan dengan berkali-kali menggunakan minyak yang sama untuk menggoreng, maka trans fat makin tinggi.

Baca juga: Ini Alasan Gorengan Lebih Enak saat Dimasak dengan Minyak Berkali-kali Pakai 

Kemudian juga makin tingginya tiga proses kimiawi yakni oksidasi, hidrolisis, dan polimerasi asam lemak yang menghasilkan senyawa bersifat karsinogenik. Lalu zat berbahaya yang akan dihasilkan juga makin banyak.

Ilustrasi minyak goreng.

Dokter Juwalita mengatakan, dampaknya efek antioksidan yang sebenarnya terkandung dalam minyak makin turun kadarnya. Padahal sebenarnya zat ini untuk meredam radikal bebas.

Dampak pada kesehatan jelas yakni meningkatnya kadar kolesterol jahat atau LDL, kondisi peradangan di dalam tubuh dan ini tidak terlihat.

Baca juga: Buka Puasa Makan Gorengan, Perhatikan Saran Dokter Berikut Ini 

Bila peradangan terjadi di pembuluh darah, muncul plak lalu membuat pembuluh menjadi sempit dan akhirnya menghambat aliran darah.

"Karena kebiasaan mengonsumsi lemak trans dalam makanan cepat saji dan akhirnya memunculkan plak di pembuluh darah, makanya keluhan yang terjadi seperti stroke," tutur dr Juwalita yang lulusan dari FKUI, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/4/2021).

Studi yang melibatkan hewan uji coba pada tahun 2012 menunjukkan pemberian minyak kelapa sawit yang dipanaskan 5 hingga 10 kali akan menyebabkan penebalan dinding pembuluh darah dalam waktu 6 bulan.

Proses menggoreng pada suhu 170 sampai 220 derajat Celsius menghasilkan PAH yang bisa berinteraksi dengan enzim dalam tubuh. Enzim ini berfungsi dalam serangkaian proses kimia dalam tubuh.

Baca juga: Bolehkah Makan Gorengan saat Buka Puasa? Ini Penjelasan Dokter 

PAH juga dapat menyebabkan kerusakan protein dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan cedera pada membran sel. PAH bahkan menyebabkan kerusakan pada DNA, padahal bila terjadi kerusakan pada DNA maka sifat sel akan berubah. Akibatnya? terjadilah kanker di antaranya pada payudara, kolorektal, dan prostat.

"Mengenai kanker ini saya menemukan makin maju usianya. Dulu saya dapat pasien kanker usus besar laki-laki usianya di atas 50 tahun. Sekarang saya sering dapat pasien kanker usus besar dimulai usia 30 tahun, bahkan di akhir 20 tahun," ungkap Juwalita.

Di sisi lain, konsumsi terlalu banyak lemak jenuh (dari minyak yang dipakai berkali-kali) juga bisa mengganggu bakteri baik di saluran cerna, membuat kondisinya menjadi tidak sehat. Akibatnya mudah terjadi perubahan sifat sel yang memicu kanker.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini