Supaya Manfaat Puasa Terasa Maksimal, Ikuti Pola Konsumsi Ini

Antara, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 11:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 481 2401431 supaya-manfaat-puasa-terasa-maksimal-ikuti-pola-konsumsi-ini-QrnQSfMuuN.jpg Ilustrasi buka puasa Ramadhan. (Foto: Shutterstock)

UMAT Islam di dunia mulai memasuki pekan ketiga menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriah. Imbauan untuk terus meningkatkan kesehatan saat bulan puasa pun terus digaungkan, pasalnya ini menjadi tahun kedua Ramadhan di tengah pandemi covid-19.

Praktisi gizi Dokter Tirta Prawita Sari SpGK MSc mengatakan puasa sendiri memang telah diterapkan sejak zaman dahulu karena diyakini memberi manfaat untuk kesehatan tubuh. Dahulu puasa adalah bagian dari terapi dalam ilmu kedokteran kuno. Dalam kondisi medis tertentu, puasa dianjurkan agar proses penyembuhan lebih cepat.

Baca juga: Susu Tinggi Protein Bisa Jadi Asupan Alternatif Pasien Kanker saat Puasa 

Ia melanjutkan, ibadah puasa yang dilakukan selama bulan Ramadhan juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, ada syarat yang harus ditaati bila ingin manfaat itu terasa maksimal.

"Manfaat metabolik puasa bisa rusak dengan pola konsumsi yang salah," kata dr Tirta dalam konferensi pers virtual, seperti dikutip dari Antara, Selasa (27/4/2021).

Ilustrasi puasa Ramadhan. (Foto: Freepik)

Dia menjelaskan, ketika berpuasa, tubuh akan mencari cadangan energi lain yang selama ini hanya tertimbun.

Hormon-hormon yang bekerja berbeda dari biasanya, penggunaan energi juga berbeda karena mengambil dari sumber lain, yakni glikogen dan jaringan lemak.

"Ini baik, ada switch metabolisme," ungkapnya.

Baca juga: Manfaat Puasa untuk Pasien Kanker Bisa Kurangi Peradangan 

Metabolisme tubuh yang baik dapat memengaruhi seluruh status kesehatan, termasuk fungsi kekebalan tubuh.

Tapi semua manfaat itu dapat hilang jika pola makan tidak dijaga dengan asupan hidangan sehat, penuh gizi dan nutrisi.

Makanan yang harus dihindari adalah asupan yang bisa menimbulkan inflamasi, yakni makanan yang digoreng serta gula. Sayangnya, makanan seperti itu lazim berada di atas meja makan ketika orang-orang berbuka puasa.

"Karena puasa Indonesia biasanya gorengan dan minuman manis, dianjurkan tidak dikonsumsi dalam jumlah berlebihan," imbau Tirta.

Baca juga: Buka Puasa Makan Gorengan, Perhatikan Saran Dokter Berikut Ini 

Sebagai gantinya, dia menyarankan untuk berbuka puasa dengan buah-buahan, termasuk kurma.

Dirinya pun mengingatkan menghindari makanan berlemak serta makan dalam porsi yang secukupnya selama sahur dan berbuka puasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini