Ini Kronologi dan Penyebab "Tsunami" Covid-19 di India

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 27 April 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 27 481 2401517 ini-kronologi-dan-penyebab-tsunami-covid-19-di-india-wgjFdTFh4R.jpg Ilustrasi persebaran covid-19. (Foto: Shutterstock)

KABAR melonjaknya kasus covid-19 di India telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saat ini kasus covid-19 di negara tersebut meningkat setelah terjadi gelombang kedua pandemi covid-19.

Per 25 April 2021 tercatat 349.313 ribu kasus harian yang disertai 2.806 kematian akibat covid-19. Berkaca dari kasus meledaknya kasus covid-19 di India, tentunya hal ini bisa menjadi pelajaran penting bagi masyarakat Indonesia.

Baca juga: Waspada! Virus Corona B1617 Asal India Bermutasi Ganda dan Mudah Menular 

Merangkum dari unggahan akun Instagram Satgas Penanganan Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku @satgasperubahanperilaku, Selasa (27/4/2021), terungkap kronologi dan penyebab kondisi seperti itu bisa terjadi di India.

Sebagaimana diketahui, meningkatnya kasus covid-19 di India disebabkan kurang ketatnya kebijakan dari pemerintah dan tidak disiplinnya masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Juni–November 2020

1. Rumah sakit di India beberapa kali menghadapi lonjakan pasien.

2. Pada akhir tahun, karantina wilayah mulai dilonggarkan.

3. Transportasi umum mulai beroperasi lagi.

Januari–Februari 2021

1. Pelaksanaan vaksinasi covid-19 dimulai di India.

2. Kasus covid-19 mulai turun.

3. Pusat hiburan mulai dibuka.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Orang Asing dari Wilayah India Ditolak Masuk Indonesia 

Maret 2021

1. Ada festival keagamaan dan kampanye pemilu.

2. Protokol kesehatan mulai longgar.

April 2021

1. Terjadi lonjakan kasus covid-19.

2. Kematian akibat covid-19 meningkat.

Dari kronologi "tsunami" kasus covid-19 yang terjadi di India, diketahui penyebab lonjakan disebabkan oleh:

1. Adanya kelonggaran dalam penerapan protokol kesehatan dikarenakan kasus covid-19 mulai menurun.

2. Membiarkan pelaksanaan kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti kegiatan keagamaan, politik, olahraga, dan pernikahan tanpa menjalankan protokol kesehatan.

3. Adanya mutasi virus baru yang penularannya lebih cepat.

Baca juga: Kebal Antibodi, Benarkah Varian B1617 Asal India Lebih Berbahaya? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini