Klaster Perkantoran Meningkat Usai Vaksinasi Covid-19, Perketat Protokol Kesehatan!

Siska Permata Sari, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 15:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 481 2402170 klaster-perkantoran-meningkat-usai-vaksinasi-covid-19-perketat-protokol-kesehatan-RrK01QtEVr.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Kabar mengejuktkan dari  data kasus Covid-19. Belakangan ini, data kasus positif Covid-19 klaster perkantoran meningkat. Mengutip dari data yang diunggah akun Instagram Pemprov DKI Jakarta, jumlah kasus positif Covid-19 naik dari 177 menjadi 425 pada 12 - 18 April 2021.

Diduga, euforia vaksinasi Covid-19 menjadi penyebab lonjakan kasus ini. Sebab, euforia tersebut menyebabkan sebagian orang lengah dalam menjalankan protokol kesehatan. Padahal, sudah divaksin belum tentu melindungi 100 persen dari penularan Covid-19.

“Sebagian kasus konfirmasi COVID-19 di perkantoran terjadi pada perkantoran yang sudah menerima vaksinasi COVID-19. Meski sudah mendapatkan vaksinasi, bukan berarti seseorang akan 100% terlindungi dari infeksi COVID-19,” tulis akun Instagram tersebut seperti dikutip pada Rabu (28/4/2021).

Klaster Perkantoran

Dalam unggahan itu juga terdapat lima langkah pencegahan atau 5M yang perlu dilakukan. Di antaranya memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

Baca Juga : Vaksinasi Covid-19 Diduga Jadi Faktor Meningkatnya Klaster Perkantoran

Hal serupa juga sempat disampaikan pengamat kesehatan sekaligus dokter relawan Covid-19 dr Muhamad Fajri Adda'i. Dia mengatakan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan meski sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Sinovac (vaksin yang ada di Indonesia) sejauh ini memang belum terbukti mencegah penularan infeksi Covid-19,” ujarnya saat dihubungi MNC Portal belum lama ini.

Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan saat ini, sambung dia, adalah untuk mengurangi infeksi Covid-19 dengan gejala yang lebih berat. Vaksinasi juga untuk membentuk kekebalan kelompok.

“Jadi, harus menjaga protokol kesehatan usai divaksin, tetap, sama seperti belum divaksin, jangan lengah” kata dr Fajri. “Jangan lengah, karena virusnya enggak lengah. Virus bahkan memanfaatkan kelengahan kita,” ujarnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini