Vitamin C, Zat Gizi yang Tak Bisa Diproduksi Tubuh

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 18:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 481 2402362 vitamin-c-zat-gizi-yang-tak-bisa-diproduksi-tubuh-f6jbLEWv53.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Sejak Pandemi Covid-19 melanda, kepopuleran akan vitamin C semakin meningkat. Bahkan, beberapa waktu lalu harga vitamin C melambung tinggi akibat permintaan yang tinggi serta stok yang kurang.

Wajar saja jika masyarakat berburu vitamin C di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, seperti diketahui, vitamin C berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan demikian, jika kebutuhan vitamin C tercukupi, Anda tidak akan mudah terserang vitamin C.

Vitamin C

Vitamin C dapat dengan mudah ditemukan pada bahan makanan alami seperti buah dan sayur. Anda dapat dengan mudah memenuhi kebutuhan vitamin C harian dengan mudah jika rajin mengonsumsi makanan tersebut.

"Sayuran berdaun hijau tua mengandung vitamin C yang lebih tinggi," ujar Dokter Spesialis Gizi Klinik Inge Permadhi,MSc, MS, SpGK(K) dalam webinar Virtual Press Conference Holisticare Ajak Masyarakat Indonesia Untuk Pertahankan Daya Tubuh dengan Holisticare EsterC-1000 pada Rabu (28/4/2021).

Baca Juga : Kapan Waktu Terbaik Penuhi Kebutuhan Vitamin C saat Bulan Puasa?

Akan tetapi, tahukah Anda bahwa vitamin C merupakan vitamin yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sehingga Anda harus mendapatkannya dari luar tubuh? Ya, dokter Inge pun mengatakan demikian. Karenanya, Anda harus benar-benar mengonsumsi makanan mengandung vitamin C guna memenuhi kebutuhan tersebut.

"Vitamin C tidak bisa diproduksi, karenanya kita harus mendapatkannya dari luar tubuh," tutur dokter Inge.

Selain itu, vitamin C juga merupakan vitamin larut air. Jadi setelah Anda mengonsumsinya, vitamin C akan bersirkulasi dalam darah dan akan terbuang bersama urine. Vitamin C juga merupakan zat gizi yang mudah rusak.

"Vitamin C itu merupakan suatu zat gizi yang labil, jadi dia mudah rusak. Jadi jika cara menyimpan atau mengolah buah dan sayur kurang tepat, kadar vitamin C dalam makanan tersebut bisa berkurang dan bahkan hilang," jelas dokter Inge.

Karenanya, dokter Inge menyarankan agar Anda mengonsumsi suplemen tambahan guna memenuhi kebutuhan harian tubuh akan vitamin C. Karena walaupun Anda makan jeruk, jika cara mengolahnya tidak tepat, bisa saja yang Anda makan hanya jeruk tanpa vitamin C.

"Dalam kondisi normal mungkin kita bisa makan segala makanan yang mengandung vitamin C. Tetapi beda halnya saat sakit. Karenanya, biar kebutuhan akan vitamin C tercukupi, diperlukan suplemen tambahan," tukasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini