Cegah Covid-19 Kembali Bermutasi Harus Dilakukan di Populasi

Helmi Ade Saputra, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 20:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 481 2402413 cegah-covid-19-kembali-bermutasi-harus-dilakukan-di-populasi-eZxV4yRz33.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

BICARA tentang mutasi virus SARS Cov 2 ada beberapa istilah. Mutasi virus ini lazim terjadi dan masyarakat tak perlu khawatir.

Mutasi virus tersebut berdasarkan varian of concern. Mutasi ini akan menjadi perhatian dan masyarakat harus mencegahnya.

Ditegaskan Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc, Sp.P (K), mutasi virus ini berlangsung normal selama penularan terjadi.

"Virus ini lazim bermutasi, kalau mutasinya terlalu sering dan menimbulkan perubahan itu kita sebut kelompok varian baru," katanya saat webinar kesehatan.

Baca Juga: Heboh Vaksin Sinovac Mandiri Dibanderol Rp600 Ribu, Ini Faktanya

coronaa

"Satu hal yang saya ingatkan, kalau kita tidak mau banyak mutasi, maka kita cegah penularan di populasi," imbuhnya.

Kalau virus ini terus bermutasi, replikasi di tubuh, virus akan berkembang biak. Pada saat proses ini, bisa terjadi infeksi berulang-ulang.

"Mutasi akan selalu terjadi, mutasi itu normal dan tidak usah ditakutkan," paparnya.

Dokter Erlina menyebutkan, ada 3 kelompok varian baru yang menjadi perhatian khusus. Apa saja?

1. B117, pertama kali ditemukan di Inggris. Varian ini lebih mudah menular, namun untuk keparahan masih diteliti. B117 juga ditemukan di Indonesia dari Maret dan datangnya dari pekerja dari luar negeri.

2. B1351, pertama kali ditemukan di Frika Selatan. Sama dengan B117, B1351 ini yang menjadi perhatian adalah kemampuan untuk menularnya lebih tinggi dan menurunkan efikesi atau efektivitas dari vaksin Covid-19.

3. B1, pertama kali terdeteksi di Brazil. Transmisinya mudah dan tinggi, juga bisa menurunkan efikesi dari vaksin. Selain meningkatkan penularan, juga meningkatkan keparahan karena pasien perlu perawatan.

4. E48K, ditemukan di Afrika Selatan dan terjadi mutasi di protein s. Virus ini dapat menurunkan efektivitas antibodi.

5. N493, terjadi di protein s dan pengaruhnya bisa berefek terhadap keberhasilan vaksin

Diingatkan Dokter Erlina, adanya mutasi virus ini, masyarakat tak perlu heboh. Namun pemerintah juga harus transparan.

"Mutasi jangan ditutupi dan edukasi dan dampaknya ke masyarakat. Kita upayakan preventif untuk mengurangi transmisi yakni 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilisiasi) dan meningkatkan imunitas walau sudah divaksinasi," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini