Babi Ngepet Itu Mitos atau Fakta?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 612 2402081 babi-ngepet-suka-curi-uang-begini-cara-kerjanya-gdyW078KUZ.jpg Babi ngepet (Foto: Inst)

Kali ini masyarakat dihebohkan dengan penangkapan babi ngepet di Depok, Jawa Barat. Video penangkapan babi ngepet di Sawangan, Depok itu membuat dunia maya heboh sebab memang ada penampakan babinya yang kecil dan berbulu.

Penangkapan babi ngepet ini memang berawal dari beberapa orang yang merasa uangnya hilang dicuri. Akibatnya mereka menuduh si babi ngepet lah pelakunya sehingga dia ditangkap ramai-ramai oleh warga.

Seperti diketahui, menurut Asian Folklore Studies terbitan Asian Folklore Institute, ritual pesugihan babi ngepet ini berawal dari kepercayaan bahwa ada sejenis siluman babi yang bisa mengabulkan permintaan akan harta.

Rupanya kepercayaan ini berasal dari Jawa. Konon, orang yang ingin membuat perjanjian dengan siluman babi harus menyerahkan tumbal.

Namun biasanya orang yang ditumbalkan adalah anak yang paling disayangi. Setelah itu, si pelaku ritual harus memakan kotoran dari siluman babi tersebut agar bisa mengubah diri menjadi babi demi pesugihan.

 babi ngepet

Namun hal yang menjadi pertanyaan adalah, sebenarnya babi ngepet itu mitos atau fakta?

Menjawab pertanyaan itu, Furi Harun, seorang Ahli Medium Interdimensional mengatakan, baik itu babi ngepet maupun tuyul, fungsinya sama yaitu mencuri uang orang lain dengan bantuan siluman. Kalau babi ngepet, manusia bersekutu dengan siluman babi.

"Kalau ditanya apakah cara ngambil duitnya babi ngepet sama dengan tuyul, ya, jawabannya sama. Bedanya, kalau babi ngepet pake medium babi, sedangkan kalau tuyul makhluk berbentuk anak kecil yang hanya mengenakan kolor," kata Furi melalui pesan singkat, Rabu (28/4/2021).

Menjadi menarik dari praktik babi ngepet, sambung Furi, adalah siluman itu hanya mengenal satu pecahan mata uang. Artinya, ketika sudah diperintah untuk mengambil uang pecahan Rp100 ribu, maka hanya uang itu yang dikenali babi ngepet.

Kemudian, saat ngambil duit, babi ngepet biasanya akan melakukannya secara acak dan tidak semua uang yang disimpan di rumah diambil semua.

"Babi ngepet itu lebih mengenal satu pecahan mata uang saja, misalnya uang Rp100 ribu atau Rp50 ribu gitu dan ngambilnya juga acak. Jadi, dari satu rumah dia ambil 10 lembar, padahal di rumah itu ada 20 lembar, tapi yang diambil cuma 10 lembar," papar Furi.

Hal ini disebabkan supaya tidak menimbulkan kecurigaan yang berarti dari korban alias warga yang uangnya diambil. Sehingga, praktik babi ngepet ini tidak terlalu terbaca oleh masyarakat sekitar.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini