Tak Seperti Dulu, Ini Alasan Kenapa Babi Ngepet Tak Lagi Muncul

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 00:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 612 2402418 tak-seperti-dulu-ini-alasan-kenapa-babi-ngepet-tak-lagi-muncul-tcni7AEC5a.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

KASUS babi ngepet banyak menghiasi pemberitaan beberapa hari ini. Hal ini lantaran adanya kasus babi ngepet di Depok, Jawa Barat, yang viral di media sosial.

Awalnya, warga Kampung Bedahan, Sawangan, merasa ada yang ganjil dengan kemunculan babi tersebut di wilayahnya. Polisi pun bertindak cepat, dan menyebutkan bahwa babi yang ditangkap tersebut adalah babi hutan.

Kasus babi ngepet seperti ini mungkin kurang awam di kuping masyarakat milenial. Lantas, kenapa kejadian mistis seperti babi ngepet ini tidak pernah lagi terjadi sekarang?

Ahli medium interdimensional Furi Harun. Menurut dia, praktek babi ngepet benar ada di masyarakat Indonesia. Tapi, memang di era modern seperti sekarang sudah sangat jarang ditemukan.

"Apalagi makin banyak orang yang begadang. Beda dengan zaman dulu, jam 8 malam saja udah pada tidur sehingga orang yang melakukan praktek pesugihan babi ngepet bisa dengan bebas berkeliaran," tutur Furi melalui pesan singkat.

Seperti cerita dan film-fim horor yang beredar, Furi yang juga seorang perempuan Indigo itu melanjutkan bahwa babi ngepet adalah sebuah praktik ilmu hitam. "Babi ngepet bagian dari praktek pesugihan yang bekerja sama dengan siluman babi," katanya.

Biasanya, praktek babi ngepet dikerjakan oleh dua orang, satu orang berubah jadi babi, dan satu lainnya bertugas menjaga lilin.

"Satu ngambilin uang. Terus juga, harus ada satu orang yang jagain lilin. Jadi, pada saat lilinnya bergerak-gerak itu dipercaya kondisi si babi sedang terancam atau bahaya, artinya dia sudah diketahui banyak orang sehingga harus segera dipadamkan lilinnya. Kalau lilin sudah mati, si babi ngepet hilang dan pulang ke rumah," ungkap dia.

Adapun ciri-ciri babi ngepet, yakni wajahnya yang masih menyerupai manusia. "Babi ngepet itu badannya babi tapi mukanya menyerupai manusia," tambahnya.

Jadi, untuk memastikan apakah itu babi ngepet atau babi biasa, salah satunya adalah dengan menangkapnya dan melihat wajah si babi. "Biasanya, mukanya babi itu mirip dengan salah satu orang yang tinggal di kampung itu," kata Furi.

Ya, pelaku babi ngepet tidak akan jauh-jauh dari warga sekitar tempat penemuan babi ngepetnya. Hal ini terjadi karena cara jalannya si babi saja sudah mencolok, sehingga sangat sulit rasanya kalau babi bisa 'berpraktik' di kota lain.

"Babi ngepet itu cenderung tidak bisa keluar daerah karena dari jalannya saja sudah mencolok perhatian orang, jadi susah sekali kalau si babi ini pergi ke kota lain. Jadi, dia pasti masyarakat di sekitar situ," ungkap perempuan indigo tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini