Mengenal Jenang Mutiara, Takjil Khas Yogyakarta yang Sering Dijumpai saat Ramadhan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 298 2402859 mengenal-jenang-mutiara-takjil-khas-yogyakarta-yang-sering-dijumpai-saat-ramadhan-HYFanKWzuN.jpg Jenang mutiara (Foto: Inst resep mamikai)

Seperti diketahui, takjil merupakan makanan musiman yang popularitasnya naik drastis saat Ramadan. Lihat saja, setiap sore di penjuru kota maupun desa, banyak masyarakat berbondong-bondong untuk berburu takjil.

Setiap daerah di Indonesia pun memiliki ciri khas takjil tersendiri. Seperti Yogyakarta, mereka memiliki takjil yang kerap diburu saat Ramadan, yakni jenang mutiara.

 jenang

Penjaja jenang mutiara ini bertebaran di pinggir jalan di daerah Yogyakarta bersamaan dengan makanan lain yang mereka jual seperti kolak, gorengan, kicak, dan lain sebagainya.

Jenang mutiara adalah bubur yang terbuat dari sagu berbentuk bulat. Jenang sendiri adalah sajian khas masyarakat Jawa yang biasanya dikaitkan sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Jenang umumnya dibuat dari tepung beras atau tepung ketan lalu dimasak dengan santan dan ditambahkan dengan gula merah atau putih. Mutiara dalam sajian jenang mutiara sering disebut monte oleh orang-orang Yogyakarta.

Wajar saja, ini karena butiran mutiara yang berwarna merah mirip seperti monte. Siraman kuah santan di antara jenang mutiara tersebut pun menambah kesegaran dari citarasa yang dihasilkan jenang tersebut.

Jenang mutiara sangat cocok dijadikan kudapan saat berbuka puasa karena rasa manisnya yang dipadukan dengan gurihnya santan. Anda juga bisa mencicipi jenang mutiara dengan teh tawar supaya lebih nikmat.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini