Varian Corona India B1617 India Tersebar di 17 Negara, Sudah Masuk Indonesia

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 481 2402626 varian-corona-india-b1617-india-tersebar-di-17-negara-sudah-masuk-indonesia-lrcPgJVHl5.jpg Varian corona India B1617 tersebar di 17 negara (Foto : France 24)

Varian corona B1617 yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di India telah tersebar luas di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, varian corona India B1617 telah ditemukan setidaknya di 17 negara dunia.

WHO menyebut varian corona B1617 yang kali pertama ditemukan di India hingga kemarin telah terdeteksi berdasarkan 1.200 unggahan dari akses database terbuka Global Influenza Surveillance and Response System atau Gisaid setidaknya di 17 negara.

Virus Corona

"Sebagian besar diunggah di India, Inggris, AS, dan Singapura," menurut WHO dalam pembaruan epidemiologis mingguan tentang pandemi tersebut.

WHO baru-baru ini memberi sebutan untuk B1617, sub-garis turunan dengan mutasi dan karakteristik yang sedikit berbeda, sebagai variant of interest. Artinya, WHO tidak lagi melabelinya dengan klasifikasi variant of concern.

Baca Juga : Kebal Antibodi, Benarkah Varian B1617 Asal India Lebih Berbahaya?

Label itu menunjukkan bahwa virus itu lebih berbahaya daripada versi aslinya, misalnya karena lebih mudah menular, mematikan atau mampu menghindar dari perlindungan oleh vaksin. Saat ini, India tengah menghadapi lonjakan kasus baru dan kematian akibat pandemi dan kekhawatiran meningkat bahwa varian tersebut dapat berkontribusi pada bencana yang sedang berlangsung.

Tewas 3,1 Juta

Kemarin, kasus baru Covid-19 di India mencapai 350.000, dan jumlah ini mendorong lonjakan kasus global menjadi 147,7 juta. Virus corona telah menewaskan lebih dari 3,1 juta orang di seluruh dunia.

Virus Corona

WHO mengakui bahwa pemodelan sebelumnya berdasarkan urutan yang dikirimkan ke Gisaid menunjukkan bahwa B1617 memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dari varian lain yang beredar di India, sehingga menunjukkan potensi peningkatan penularan.

Varian lain yang beredar pada saat yang sama juga menunjukkan peningkatan transmisi dan kombinasi tersebut "mungkin memainkan peran dalam kebangkitan saat ini di India". “Memang, penelitian telah menyoroti bahwa penyebaran gelombang kedua jauh lebih cepat dari yang pertama,” menurut WHO seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Rabu (27/4/2021).

Meskipun demikian, laporan itu menyoroti bahwa "pendorong lain" dapat berkontribusi terhadap lonjakan tersebut, termasuk kepatuhan yang rendah terhadap protokol kesehatan masyarakat serta pertemuan massal.

"Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk memahami kontribusi relatif dari faktor-faktor ini," menurut WHO.

Sudah masuk Indonesia?

Menkes Budi

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin menyebut mutasi corona India sudah masuk ke Indonesia. Sebanyak 10 orang dinyatakan telah terkonfirmasi positif strain ini. Mereka tersebar di sejumlah wilayah.

"Virus itu sudah masuk ke Indonesia. Ada 10 orang yang terkena virus tersebut," kata Budi saat jumpa pers secara virtual dari Kantor Presiden, Jakarta, Senin (26/4/2021).

Menurut Budi, dari 10 orang yang sudah tertular tersebut, enam di antaranya imported case atau kasus impor dari luar negeri. Sedangkan empat lainnya berasal dari transmisi lokal. Dua orang berada di Sumatera, satu di Jawa Barat, dan satu lagi di Kalimantan Selatan.

"Jadi untuk provinsi-provinsi di Sumatera, di Jawa Barat, di Kalimantan kita akan menjadi lebih sangat hati-hati untuk selalu mengontrol apakah ada mutasi baru tersebut atau tidak," ucap Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini