6 Tips agar Anak Tidak Lemas saat Belajar Puasa

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 481 2402641 6-tips-agar-anak-tidak-lemas-saat-belajar-puasa-VWX96HxQLI.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

Saat anak belajar puasa, maka orangtua harus mendukungnya dengan memberitahu nilai-nilai dari puasa itu sendiri. Jika si anak belum masuk masa pubertas, tidak boleh juga melarang dia ketika ingin makan karena belum masuk dalam kelompok wajib menjalankan ibadah puasa.

Ya, anak-anak yang sudah belajar puasa diharapkan siap menjalani puasa dari sahur hingga maghrib saat baliq nantinya. Menjadi persoalan sekarang adalah banyak anak-anak yang saat berpuasa mengeluh lemas.

Apakah ada solusi untuk mengatasi keluhan tersebut?

1. Pastikan jam tidur anak tercukupi

Anak Tidur

Jadwal tidur anak akan terganggu jika dia belajar puasa. Hal ini karena adanya waktu makan sahur di tengah malam yang biasanya di waktu tersebut si anak masih terlelap.

Supaya tidak menganggu jam tidurnya, menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Evasari Hospital, dr Desy Dewi Saraswati, Sp.A, usahakan si anak tidur jam 8 malam.

"Coba ajak si anak tidur lebih awal, jika biasanya jam 9 malam, saat Ramadhan seperti sekarang ini minta ke si anak tidur jam 8 malam. Waktu tidur yang lebih awal membuat anak akan lebih mudah bangun saat sahur dan tidak membuatnya lemas di pagi harinya," terang dr Desy dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal Indonesia, belum lama ini.

Baca Juga : 5 Kemiripan Gaya Novita Condro dengan Vegen Acni, Istri dan Mantan Kapten Vincent Raditya

Baca Juga : 3 Tas Vegen Acni Mirip Novita Condro, Selera Mantan dan Istri Vincent Raditya Ternyata Sama!

2. Bangunin sahur jangan terlalu pagi

Bangun Sahur

Kalau menurut Dokter Spesialis Anak Primaya Hospital Bekasi Barat, dr Ayi Dilla Septarini, Sp.A, di waktu sahur, orangtua jangan bangunkan anak terlalu pagi. "Ya, sebisa mungkin si anak banguninnya di 30 menit menjelang Imsak saja. Ini pun akan membantu si anak tetap mendapatkan jam tidur yang cukup dan tidak membuatnya gusar saat sahur," tambahnya.

3. Sahur jangan makan sembarangan

Supaya si anak kuat belajar puasa, usahakan orangtua untuk memberikan makanan saat sahur berupa makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah. "Makanan jenis ini dapat mempertahankan kadar gula darah lebih lama, artinya rasa kenyangnya lebih lama," ungkap dr Ayi.

Contoh makanan dengan IG rendah adalah beras merah, ubi, kacang hijau, roti gandum, apel, jeruk, pisang, dan oatmeal.

"Selain itu, anak juga butuh asupan protein hewani atau nabati, lemak, dan serat sehingga dapat mempertahankan rasa kenyangnya lebih lama. Jangan lupa juga minum air putih yang cukup, ya," sambungnya.

4. Si kecil boleh tidur lagi setelah solat Subuh

"Kalau si kecil mau tidur setelah solat Subuh, ya, jangan dilarang. Tapi, usahakan beri jeda waktu dari setelah dia makan sahur dan waktu tidurnya lagi," kata dr Ayi.

5. Aktivitas si anak dibatasi

Ramadhan

Setelah sahur dan mulai berpuasa, dr Ayi mengimbau para orangtua agar memastikan si kecil tidak banyak melakukan aktivitas yang menguras energi, misalnya jalan dalam jarak jauh, atau bermain dengan aktif.

Aktivitas yang bisa ditawarkan orangtuake anak saat berpuasa adalah belajar mengaji, membaca buku, mewarnai, atau aktivitas menyenangkan lainnya yang disukai anak Anda. "Jangan lupakan tidur siang juga tapi jangan berlebihan waktunya, ya," tambah dr Ayi.

6. Pilih menu buka puasa yang segar

Saat waktu berbuka tiba, si anak usahakan mengonsumsi makanan yang segar. Menurut dr Dewy, anak-anak saat berbuka lebih baik mengonsumsi makanan dengan IG tinggi guna menaikkan gula darah mereka yang mungkin terkuras selama belajar puasa.

"Menu makanan yang disarankan sesuatu yang segar seperti buah, manisan buah, donat, kentang, atau roti. Kurma bisa menjadi pilihan yang baik bagi si kecil," tambah dr Dewy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini