Sindrom Raynaud, Penyakit Langka yang Ubah Jari Jadi Putih atau Membiru

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 481 2402666 sindrom-raynaud-penyakit-langka-yang-ubah-jari-jadi-putih-atau-membiru-SCUGEsCxDb.jpg Sindrom Raynaud (Foto: Oddity)

Sindrom raynaud atau dikenal juga dengan fenomena raynaud, merupakan kondisi medis langka yang membatasi suplai suplai darah ke jari tangan dan terkadang ke jari kaki. Kondisi ini menyebabkan jari menjadi berwarna putih atau biru untuk sementara waktu.

Penyakit ini diberi nama raynaud setelah dokter Auguste Gabriel Maurice Raynaud pertama kali menjelaskan dalam tesis doktoralnya pada 1862. Kondisi langka ini dapat digambarkan sebagai reaksi berlebihan terhadap rangsangan seperti dingin atau stres.

 sindrom raynaud

Sebagaimana dilansir Oddity Central, Kamis (29/4/2021), dalam kasus ini, tubuh mencoba menghemat panas dengan memperlambat aliran darah ke titik-titik terjauh seperti jari-jari. Untuk melakukan itu, arteri kecil yang membawa darah ke titik tersebut menyempit sehingga menyebabkan ekstremitas untuk sementara menjadi putih, kemudian membiru.

Hal ini disebabkan karena tangan kekurangan oksigen yang berkepanjangan pada daerah yang terkena. Fenomena raynaud biasanya berlangsung sekira 15 menit, tetapi tak menutup kemungkinan juga bisa berlangsung selama beberapa jam. Setelah itu arteri mengendur dan darah sekali lagi mencapai ke ekstremitas orang yang terkena.

Nyeri terkadang timbul selama fenomena ini. Namun, biasanya hanya sensasi kesemutan di area yang terkena, setelah itu jari-jari berubah menjadi merah cerah, sebelum kembali ke warna aslinya. Saat ini, dokter tidak sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan tubuh beberapa orang bereaksi berlebihan terhadap dingin dan stres.

Hingga saat ini, belum ada obat yang dapat menyembuhkan kondisi langka tersebut. Dipercaya bahwa sekitar 4 persen orang mengalami fenomena raynaud, tetapi tingkat keparahan mereka berbeda-beda. Dalam beberapa kasus, terjadi perbedaan antara jari normal dan jari yang sirkulasi darahnya terhambat.

Untungnya, sindrom raynaud biasanya tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya, tetapi dalam kasus yang sangat jarang, kasus ekstrem, aliran darah yang berkurang sangat parah dapat menyebabkan kerusakan jaringan seperti borok kulit atau bahkan jaringan mati.

Kondisi ini memerlukan pengangkatan bagian tubuh yang terkena. Pada penderita tertentu, rangsangan ringan seperti AC atau menyentuh permukaan dingin dapat memicu serangan sindrom raynaud.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini