Cegah Alat Rapid Test Bekas, Pemerintah Diminta Perketat Standardisasinya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 13:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 481 2402777 cegah-alat-rapid-test-bekas-pemerintah-diminta-perketat-standardisasinya-6vRsiXWcBc.jpg Ilustrasi alat rapid test antigen pendeteksi covid-19. (Foto: Rawpixel/Freepik)

KASUS penggunaan alat rapid test antigen bekas pakai di Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi viral dan tengah diperbincangkan. Saat ini pihak kepolisian sedang melakukan investigasi terhadap oknum petugas layanan rapid test Kimia Farma Diagnostika Bandara Kualanamu.

Selain merugikan secara materiil, tindakan tidak bertanggung jawab ini juga menimbulkan keresahan dan hilangnya rasa kepercayaan dari masyarakat untuk melakukan tes covid-19.

Baca juga: Polisi Gerebek Layanan Rapid Test di Bandara Kualanamu 

Terkait peristiwa tersebut, dokter relawan covid-19 sekaligus influencer kesehatan Muhamad Fajri Adda'i menjelaskan bahwa isu yang dihadapi pemerintah sebelum munculnya oknum nakal itu adalah terkait kualitas alat rapid swab antigen.

"Alatnya ini kan standardisasinya susah sebenarnya, bisa dijual di pasaran dan lain-lain. Saat dipalsukan atau digunakan kembali dalam kondisi bekas, yang jelas validitas alat ini akan berkurang jauh," tutur dr Fajri saat dihubungi MNC Portal, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Ini Foto-Foto Penggerebekan Layanan Rapid Antigen Pakai Alat Bekas di Bandara Kualanamu 

Menurut dia, kejahatan yang terkait alat tes covid-19 bisa dalam berbagai cara. Alhasil, ia berharap para oknum nakal yang memanfaatkan kesempatan ini bisa ditangkap dan pemerintah dapat melakukan pengawasan lebih ketat.

"Kalau kita kulik lebih dalam, yang namanya orang jahat dengan sengaja bisa melakukan apa pun. Yang tadinya positif bisa jadi negatif, begitu pun sebaliknya. Jadi apa pun namanya yang mengandung unsur kriminal tetap salah," tuntasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini