Klaster Perkantoran Meningkat, Kemenkes Imbau Satgas Kantor Evaluasi

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 19:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 481 2403050 kasus-covid-19-klaster-perkantoran-meningkat-kemenkes-imbau-satgas-kantor-evaluasi-rEq0vc28bL.jpg Ilustrasi perkantoran. (Foto: MaximeUtopix/Pixabay)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) membenarkan terjadi peningkatan kasus covid-19 di klaster perkantoran Jakarta. Hal tersebut disampaikan secara gamblang oleh Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

"Ada dua alasan yang memicu peningkatan kasus covid-19 di Ibu Kota yaitu prokes yang kendur dan tingginya mobilitas. Ini kita lihat berdasarkan pembelajaran dari berbagai negara yang mengalami lonjakan kasus," tutur Siti Nadia saat dikonfirmasi MNC Portal melalui pesan singkat, Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Usai Divaksinasi, Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran Justru Makin Banyak 

Lebih lanjut ia menjelaskan, adanya euforia vaksinasi covid-19 juga dinilai sebagai pemicu terjadinya peningkatan kasus pada klaster perkantoran. Ia mengatakan banyak pekerja yang merasa sudah aman dan kebal setelah mendapat vaksin covid-19.

"Perlu diketahui, bukan berarti penularan terjadi di lingkungan kantor saja, tetapi risiko di tempat umum, misalnya di tranportasi publik ini juga memungkinkan untuk terjadinya penularan," ungkap Siti Nadia.

Vaksinasi covid-19. (Foto: Okezone)

"Saya berharap Satgas Covid-19 di kantor melakukan evaluasi dan segera mengambil langkah untuk segera menekan laju penularan. Berbagai relaksasi bisa dilakukan tetapi tetap harus melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat," jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dikeluaran Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat menunjukkan bahwa sekira 0,7 hingga 0,8 persen orang yang sudah mendapat vaksin covid-19 dosis lengkap masih berpeluang terinfeksi virus corona.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Klaster Perkantoran Kembali Meningkat, Warga Diminta Tetap Jaga Prokes 

Mengutip infografis yang dikeluarkan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), risiko terinfeksi usai vaksinasi covid-19 bisa terjadi karena:

1. Terinfeksi covid-19 beberapa hari sebelum vaksin (masa inkubasi).

2. Proteksi vaksin tidak 100 persen, bervariasi untuk setiap vaksin.

3. Vaksin tidak bisa membentuk kekebalan terhadap semua strain.

4. Mutasi virus. Vaksin belum terbukti dapat memproteksi terhadap varian baru.

5. Imunitas yang terbentuk usai vaksinasi setiap orang berbeda-beda.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini