Sejarawan: Babi Ngepet Itu Identitas Bangsa Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 612 2402875 sejarawan-babi-ngepet-itu-identitas-bangsa-indonesia-ZK7RIGLUtt.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

BARU-BARU ini netizen dihebohkan dengan postingan tentang adanya babi ngepet. Kejadian ini terjadi di Kampung Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

Postingan tersebut tentu saja menghebohkan banyak netizen, meskipun pada akhirnya polisi menyebut bahwa babi yang ditangkap hanyalah babi hutan biasa. Tapi, memang kejadian mistis tersebut kerap menarik perhatian, apalagi Indonesia kental dengan kisah mistisnya.

Sejarawan Asep Kambali mengatakan bahwa kemunculan isu babi ngepet yang sudah diklarifikasi bahwa itu tidak benar adalah bagian dari identitas bangsa. Ya, urban legend semacam ini bahkan dinilai bisa menjadi daya tarik pariwisata Indonesia.

"Mitos, legenda, urban legend, termasuk babi ngepet yang lagi heboh ini adalah kekayaan bagi bangsa kita. Karena itu, bagi saya pribadi, sebaiknya jangan sampai dimusnahkan," terang Asep pada MNC Portal Indonesia, Kamis (29/4/2021).

Bahkan, kekayaan budaya ini sangat berpotensi menjadi kekuatan pariwisata yang dimiliki Indonesia. "Percaya atau tidak, banyak wisatawan luar negeri bahkan ilmuwan yang tertarik dengan isu klenik karena ingin mencari kebenaran atau rasionalitasnya," tambah dia.

Asep melanjutkan, adanya isu babi ngepet seperti yang sedang viral ini pun yang kemudian membedakan bangsa kita dengan negara lain. Kalau sampai dihilangkan, menurut Asep, ya, sama seperti kehilangan identitas bangsa.

Tapi, Asep berharap bahwa masyarakat Indonesia semakin dewasa dalam menyikapi isu-isu klenik seperti ini. Jangan kemudian mempertontonkan kekerasan atau hal-hal yang tidak baik.

"Menyikapi hal ini pun jangan berlebihan. Menurut saya, sebaiknya kita tampil dengan terdidik, tercerahkan di era modern seperti sekarang. Di sisi lain, kita tetap harus menghormati adanya tradisi atau budaya ini supaya anak muda pun tahu mengenai budaya ini," ujarnya.

"Intinya, kita harus berjalan beriringan. Budaya yang sudah ada di Indonesia jangan kemudian dihilangkan karena itu bagian dari identitas, tapi kita pun memperlihatkan budaya ini dengan terdidik supaya memiliki nilai yang lebih bermakna baik di mata bangsa sendiri maupun negara lain," tambah Asep Kambali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini