Batik Mega Mendung, Percampuran Budaya yang Memiliki Makna Mendalam

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 194 2403532 batik-mega-mendung-percampuran-budaya-yang-memiliki-makna-mendalam-GyvrB9TmDg.jpg Motif batik mega mendung (Foto: Inst Putrabatikcirebon)

INDONESIA memang memiliki segudang kebudayaan dan cerita-cerita kepahlawanan di baliknya. Sudah banyak film perang tentang perjuangan para pahlawan Indonesia untuk mengusir para penjajah.

Sebut saja Sultan Iskandar Muda yang memperkuat angkatan perang Aceh untuk mengusir Portugis dari Malaka. Atau mungkin Pangeran Diponegoro yang terkenal lewat Perang Diponegoro atau Perang Jawa, lantaran menelan korban terbanyak dalam sejarah Indonesia, yakni sekira 8.000 korban serdadu Hindia Belanda dan 7.000 pribumi.

Tapi bukan berarti semua pengaruh asing yang masuk ke Indonesia ditolak begitu saja. Ada juga pengaruh asing yang kemudian melebur menciptakan karya baru di Indonesia, seperti batik mega mendung.

batik mega mendung

Menurut sejarah, adanya batik mega mendung lahir dari pengaruh kebudayaan China yang dibawa oleh warga keturunan Tionghoa sewaktu masuk ke wilayah Indonesia.

Faktor lain yang menguatkan pengaruh kebudayaan China adalah, salah satu tokoh penyebar agama Islam yang cukup berpengaruh di wilayah Kota Cirebon yang bernama Sunan Gunung Jati, menikah dengan seorang wanita Tionghoa bernama Om Tim.

Motif batik mega mendung merupakan salah satu motif batik yang disukai oleh banyak orang. Memiliki keistimewaan tersendiri, motif batik mega mendung selalu dicari keberadaannya.

Selain motif dan warnanya yang bagus, batik mega mendung juga memiliki harga yang cukup bervariasi yang disesuaikan dengan tingkat kesulitan dalam proses pembuatannya. Namun siapa sangka kalau ternyata motif batik mega mendung memiliki makna mendalam .

Dikutip dari Youtube Cirebon Cinnamon, mega mendung dapat diartikan dengan ‘awan mendung’ yang bermakna setiap orang harus mampu menahan amarahnya dalam keadaan terpuruk atau sedih dan bisa mengontrol emosinya di segala kondisi. Maknanya cukup dalam ya, kita harus mampu menahan emosi saat kondisi tidak baik, seperti awan mendung di langit.

Sementara itu, motif mega mendung yang berbentuk gumpalan awan ini, pertama kali dibuat oleh Pangeran Cakrabuana yang ditujukan untuk orang-orang keraton. Motif batik ini juga pernah menjadi sampul buku yang berjudul Batik Design karya Pepin Van Roojen asal Belanda.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini