18 Juta Lebih Kasus Covid-19 di India, Jenazah Sampai Dikremasi di Tempat Parkir

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 09:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 481 2403244 18-juta-lebih-kasus-covid-19-di-india-jenazah-sampai-dikremasi-di-tempat-parkir-jpIlO6eWhL.jpg Kremasi jenazah pasien covid-19 di India. (Foto: Reuters)

KEMENTERIAN Kesehatan India melaporkan ada 379.257 kasus baru covid-19 dan 3.645 kematian pada Kamis 29 April 2021. Angka ini menunjukkan jumlah tertinggi sepanjang sejarah pandemi covid-19 di India.

Kemudian secara total hingga kini tercatat ada 18.376.524 kasus covid-19 di India. Demikian dikutip dari laman resmi Coronavirus Resource Center John Hopkins University and Medicine, Jumat (30/4/2021).

Baca juga: Foto-Foto Penampakan Kremasi Massal Jenazah Covid-19 di India 

Penggali kubur dilaporkan kewalahan, begitu juga dengan petugas kremasi yang diketahui membakar jenazah pasien covid-19 hingga ke taman kota maupun tempat parkir.

Salah seorang penggali kubur di Kota Mumbai, Sayyed Munir Kamruddin, mengatakan kalau dia dan rekan-rekannya bekerja tanpa henti untuk menguburkan para korban.

Kremasi jenazah pasien covid-19 di India. (Foto: Reuters)

"Saya tidak takut dengan covid-19. Ini semua tentang keberanian, bukan tentang ketakutan," kata Kamruddin, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

"Ini satu-satunya pekerjaan kami, menerima mayat, mengeluarkannya dari ambulans, dan kemudian menguburkannya," sambung dia.

Baca juga: Posting Cari Tabung Oksigen untuk Kakek yang Sekarat di Twitter, Pria India Terancam Dipenjara 

Di sisi lain, setiap hari ribuan warga India panik mencari ketersediaan oksigen, tempat tidur di rumah sakit untuk menyelamatkan hidupnya ataupun sanak saudaranya. Bahkan, beberapa warga sudah meminta bantuan melalui media sosial. Ya, ruang ICU rumah sakit penuh hanya dalam hitungan menit.

"Ganasnya gelombang kedua covid-19 di India mengagetkan semua pihak," ungkap K Vijay Raghavan, penasihat ilmiah utama pemerintah, seperti dikutip dari surat kabar Indian Express.

"Sementara kami semua mengetahui gelombang kedua di negara lain, kami harus menerima fakta bahwa kami punya vaksinnya tapi kami tak memiliki latihan pemodelan yang menunjukkan skala lonjakan," tambahnya.

Militer India mulai memprioritaskan ketersediaan oksigen untuk negaranya, termasuk membuka fasilitas perawatan kesehatan bagi warga sipil. Krisis oksigen diperkirakan mereda pada pertengahan Mei, kata seorang eksekutif industri kepada Reuters.

"Harapan saya adalah pada pertengahan Mei, India akan memiliki infrastruktur transportasi yang memungkinkan kami melayani permintaan ini di seluruh negeri," kata Moloy Banerjee dari Linde Plc (LIN.N), produsen oksigen terbesar di India.

Baca juga: Belajar dari Kasus di India, Ini 4 Langkah Indonesia Cegah Masuknya Mutasi Covid-19 

Upaya terkini adalah hotel dan gerbong kereta api kini diubah menjadi fasilitas perawatan kritis untuk menutupi kekurangan tempat tidur rumah sakit. Pemerintah India pun kini membuka pendaftaran vaksinasi covid-19 untuk semua warga berusia di atas 18 tahun sebagai upaya mencegah persebaran lebih banyak.

Kremasi jenazah pasien covid-19 di India. (Foto: Adnan Abidi/Reuters)

Namun, banyak yang mencoba daftar dan akhirnya gagal, salah satunya karena tidak tersedianya stok vaksin 800 juta yang diharapkan. Mereka yang tidak bisa daftar pun mengeluh di media sosial.

Baca juga: Hotel Bintang 5 untuk Kalangan Atas saat Tsunami Covid-19 Tuai Kontroversi di India 

"Bahkan, masuk ke situsnya saja tidak bisa," ungkap salah satu pengguna media sosial.

"Sampai saat ini sudah ada 8 juta yang mendaftar, tapi tidak jelas apakah semuanya mendapat slot vaksin," jelas pihak pemerintah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini