Imunisasi Nasional 2020 Menurun, Juli Sekolah Tatap Muka Jadi Berbahaya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 12:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 481 2403373 imunisasi-nasional-2020-menurun-juli-sekolah-tatap-muka-jadi-berbahaya-yikGsADYed.jpg Ilustrasi (Foto : Medicaldaily)

Pemerintah mengagendakan pembelajaran tatap muka (PTM) bisa dilakukan pada Juli 2021. Tapi, ahli kesehatan anak mengkhawatirkan rencana tersebut.

Menurut Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi, PTM atau Sekolah Tatap Muka pada Juli mendatang bisa meningkatkan risiko penyebaran penyakit antaranak di sekolah karena imunisasi nasional tidak banyak diberikan.

"Akan sangat berisiko sekolah tatap muka pada Juli mendatang jika melihat cakupan imunisasi lengkap yang menurun pada 2020. Ini artinya, akan banyak anak di sekolah yang tidak punya kekebalan tubuh pada penyakit-penyakit yang ada vaksinnya," kata Prof Soedjatmiko dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).

Sekolah Tatap Muka

Data yang dimiliki Prof Soedjatmiko menjelaskan bahwa pada 2020 imunisasi IPV (Polio) pada 2020 hanya 34 persen anak yang mendapatkannya, lalu MR2 (Campak dan Rubella) hanya 62 persen, dan DPT-HB-Hib 4 (Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia dan Meningitis) hanya 65 persen.

"Jika angkanya menurun seperti itu, kami khawatir terjadinya penyebaran penyakit Covid-19, difteri, pertusis, campak, rubella, polio, influenza, pneumonia, varicella, typhoid, dengue, bahkan penyakit lain di sekolah karena angka imunisasinya yang tidak maksimal selama 1 tahun kemarin," ujar Prof Soedjatmiko.

Baca Juga : Jelang Dibuka Lagi, Sekolah Perlu Sediakan Tempat Cuci Tangan dengan Sabun

Karena itu, dia sangat berharap para orangtua segera mendatangi fasilitas kesehatan seperti puskesmas untuk mengimunisasi anaknya yang berusia sekolah sebelum mereka menjalani sekolah tatap muka. Tidak hanya itu, usia bayi, balita, pra sekolah, bahkan remaja pun harus diberikan imunisasi untuk memastikan tidak adanya penyebaran penyakit tersebut.

Selain itu, upaya lain yang bisa dilakukan adalah memastikan protokol kesehatan terus dijalankan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Itu kenapa prokes ini menjadi hal penting juga dalam penerapan PTM nantinya.

Jika orangtua lupa anaknya sudah sampai imunisasi mana, maka jangan takut ke puskesmas. "Malah, nanti pihak puskesmas yang akan bantu orangtua. Jadi, jangan ngerasa takut buat tetap ke puskesmas buat divaksin anak-anaknya. Tenang, enggak akan diomelin sama petugas puskesmasnya," papar Prof Soedjatmiko.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini