Waduh, Vaksinasi Lansia Masih Sedikit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 481 2403596 waduh-vaksinasi-lansia-masih-sedikit-64ZZNYPAIV.jpg Pemberian vaksin Covid-19 ke lansia (Foto: The New York times)

Kementerian Kesehatan tak menampik bahwa cakupan vaksinasi Covid-19 pada kelompok lansia masih sangat keci. Padahal, beberapa upaya progresif sudah dilakukan.

Sampai 29 April 2021, baru 2.520.487 lansia yang menerima suntikan dosis pertama vaksin Covid-19, dan 1.499.869 lansia yang menerima dosis kedua. Artinya, baru 12 persen lansia yang menerima dosis pertama dan 7 persen menerima dosis kedua. Angka ini masih jauh sekali dari target yang diharapkan yaitu 21.553.118 lansia yang divaksin Covid-19.

 Vaksinasi Covid-19

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadia, Tarmizi, menjelaskan bahwa segala upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi lansia tersebut. Namun, angkanya memang belum begitu banyak.

"Segala upaya sudah kami lakukan, mulai dari bekerja sama dengan pihak swasta, door to door mendatangi langsung panti-panti, mendorong keterlibatan aparat desa/kelurahan untuk menyusun daftar vaksinasi supaya lebih dekat ke lansia," papar Siti Nadia dalam konferensi pers virtual, Jumat (30/4/2021).

Bahkan, upaya lain yang sudah dilakukan Kemenkes adalah membolehkan para lansia mendapatkan vaksin Covid-19 tanpa melihat lokasi atau domisili tempat tinggalnya.

"Kami pun sekarang memperbolehkan lansia divaksin dimana pun karena tidak ada aturan sesuai KTP untuk mendapatkan vaksin bagi para lansia," tambah Siti Nadia.

Kecilnya angka cakupan vaksinasi lansia tentu mengkhawatirkan, mengingat adanya indikasi lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini. Kelompok lansia menjadi kelompok yang sangat rentan dan jika lonjakan tidak diantisipasi dengan baik, maka lansia sangat berisiko.

"Salah satu indikasi yang cukup mengkhawatirkan adalah peningkaan jumlah pasien rawat inap di rumah sakit. Ini menjadi kewaspadaan kita semua supaya melindungi para lansia yang sampai saat ini belum banyak menerima vaksinasi," tambahnya.

Indonesia sendiri memiliki pasokan vaksin yang cukup hingga saat ini. Sejak awal kedatangan vaksin Sinovac dari China sebanyak 3 juta dosis, Indonesia terus menambah jumlah stok vaksin dengan mendatangkan vaksin AstraZeneca pada 8 Maret lalu sebanyak 1.113.600 dan 3.852.000 dosis pada 26 April lalu.

Bahkan yang terbaru, Indonesia kedatangan 6 juta bulk Sinovack dan vaksin Sinopharm sebanyak 482.400 yang merupakan bagian dari rencana vaksin gotong royong.

Soal cakupan penerima vaksin Covid-19, pada kelompok tenaga kesehatan sudah 100% diberikan, petugas publik hampir 50%, dan lansia masih di sekitar 12%. Jadi, dosis pertama yang sudah diterima per 29 April 2021 ada di angka 12,3 juta jiwa dan dosis kedua sudah diberikan ke 7,5 juta jiwa.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini