80% Produksi Telur di Indonesia Berpotensi Terinfeksi Bakteri Salmonella

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 481 2403661 80-produksi-telur-di-indonesia-berpotensi-terinfeksi-bakteri-salmonella-4dsTa55ObP.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

TELUR dan ayam segar ternyata tak menjamin sehat loh. Karena di Indonesia ternyata masih banyak praktik ternak ayam dengan kandang baterai yang bisa membahayakan kesehatan.

Anda tenti akan merasa prihatin bila kedapatan mengonsumsi ayam yang hidup di kandang baterai. Sebab ayam ini tak bisa berkembang biak bebas secara alami.

telur

Perwakilan Act For Farmed Animals (AFFA) Elly Mangunsong menjelaskan, kandang baterai adalah sistem produksi telur intensif yang menempatkan ayam di ruang yang sangat padat. Sehingga tidak dapat berjalan dengan bebas, mematuk, atau merentangkan sayap sepenuhnya, yang merupakan perilaku alami yang sangat penting untuk kesejahteraan ayam petelur.

"Banyak hewan menderita cedera dan bulu rontok karena kontak terus-menerus dengan kawat kandang," ujarnya.

Diungkapkan Elly, ayam sangat menderita ketika mereka dikurung dalam kandang baterai kecil, karena ayam-ayam tersebut hampir tidak bisa bergerak. "Konsumen tentu akan senang dengan langkah ini karena mereka kini semakin paham dan sadar tentang makanan yang mereka pilih," imbuhnya.

Sementara itu, dilansir dari laman pizzamarzano, sekira 80% produksi telur di Indonesia berasal dari kandang baterai, yang berarti lebih dari 120 juta ayam menghabiskan seluruh hidupnya dalam kondisi seperti ini.

Selain itu, menurut beberapa penelitian terbesar yang pernah dilakukan, jenis produksi ini memiliki risiko lebih tinggi terkontaminasi Salmonella, bakteri yang dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, peralihan ke telur bebas kandang juga dapat dikaitkan dengan peningkatan keamanan pangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini